Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sidang Isbat Lebaran 2025: Penentuan 1 Syawal 1446 H akan Digelar Besok

Hardiyati Budi Anggraeni • Jumat, 28 Maret 2025 | 18:02 WIB

Sidang isbat lebaran 2025
Sidang isbat lebaran 2025

RADARTUBAN - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat lebaran 2025 untuk menentukan 1 Syawal 1446 Hijriah besok, Sabtu (29/3).

Sidang ini akan menggunakan dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat, guna memastikan awal bulan Syawal.

Metode rukyat dilakukan dengan mengamati hilal di ufuk baik secara langsung maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop.

Sementara itu, metode hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan tanpa harus melihatnya secara fisik.

Sidang isbat akan diawali dengan Seminar Posisi Hilal Awal Syawal 1446 H pada pukul 16.30 WIB hingga menjelang magrib.

Acara ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan duta besar negara sahabat, ahli falak, dan organisasi keagamaan.

Selain itu, perwakilan dari LAPAN, BMKG, BRIN, dan Planetarium Bosscha juga akan turut serta.

Sidang isbat utama dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.45 WIB secara tertutup. Hasilnya akan diumumkan dalam konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menurut data hisab Kemenag, ijtimak atau konjungsi bulan terjadi pada 29 Maret 2025 pukul 17.57.58 WIB.

Berdasarkan perhitungan astronomi, saat matahari terbenam, posisi hilal berkisar antara minus tiga derajat di Papua hingga minus satu derajat di Aceh.

Mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), syarat imkanur rukyat menetapkan bahwa hilal harus mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Karena posisi hilal masih di bawah standar ini, maka Lebaran Idulfitri 1446 H diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa meskipun hasil hisab menunjukkan hilal masih di bawah ufuk, proses rukyat tetap perlu dilakukan.

"Banyak yang bertanya, mengapa harus tetap melakukan rukyat jika hasil hisab sudah jelas? Justru di sinilah letak tantangannya. Ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal pembuktian ilmiah dan syiar Islam," ungkap Abu Rokhmad.

Menurutnya, sidang isbat tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga mencerminkan kecintaan terhadap ilmu astronomi serta dedikasi dalam memastikan akurasi perhitungan hisab. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kementerian agama #sidang isbat lebaran 2025 #Kemenag #1 syawal #bulan syawal