RADARTUBAN - Masyarakat yang memperpanjang masa libur Lebaran dengan berwisata mulai berdampak pada padatnya jalur arus balik di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Kepolisian menyebut kondisi ini berpotensi menyebabkan kepadatan berlapis karena bertemunya wisatawan dan pemudik.
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin menyampaikan, prediksi puncak arus balik terjadi sejak Sabtu (5/4) hingga Senin (7/4).
"Kami sudah petakan lokasi-lokasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat, dan menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai kepadatan,” ungkapnya, Jumat (4/4).
Polda Jatim memastikan akan melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik padat, termasuk wilayah Pasuruan, Batu, dan Banyuwangi.
Komarudin menjelaskan bahwa masing-masing daerah akan memiliki skenario lalu lintas tersendiri menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Sementara itu, kawasan wisata seperti Sarangan di Magetan juga menjadi perhatian khusus karena banyaknya masyarakat yang masih beraktivitas di sana.
“Untuk Magetan, jalur menuju Sarangan kami pantau ketat karena masih ramai. Jalur alternatif bisa dipilih karena beberapa ruas jalan relatif lengang,” ujarnya.
Untuk mencegah kepadatan parah, kepolisian akan memberikan informasi lalu lintas secara berkala setiap jam melalui media sosial resmi.
Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi terkini dan menghindari titik-titik rawan macet dengan memilih jalur lain.
Komarudin juga mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah, terutama yang menggunakan sepeda motor.
“Kami imbau untuk beristirahat di pos-pos pelayanan atau pengamanan yang sudah kami sediakan di seluruh wilayah Jawa Timur,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan Radar Surabaya, arus balik sudah mulai terlihat di sejumlah titik, salah satunya di pintu masuk Surabaya dari arah selatan.
Antrean kendaraan mulai tampak di Bundaran Waru yang mengarah ke Jalan Ahmad Yani, dengan dominasi sepeda motor.
Kepolisian memastikan akan tetap siaga penuh selama puncak arus balik berlangsung.
Dengan prediksi kepadatan akibat pertemuan arus pemudik dan wisatawan, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan sebaik mungkin agar terhindar dari kemacetan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni