RADARTUBAN - Kabar duka datang dari tokoh penting di dunia usaha sekaligus tokoh agama Buddha Indonesia.
Murdaya Widyawimarta Po, atau lebih dikenal sebagai Murdaya Poo, tutup usia pada Senin (7/4) di Singapura. Pria kelahiran Blitar ini meninggal dunia dalam usia 79 tahun.
Murdaya Poo dikenal sebagai konglomerat besar tanah air. Dia merupakan pemilik Pondok Indah Mall (PIM), salah satu pusat perbelanjaan paling populer di Jakarta.
Mall tersebut berada di bawah naungan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), perusahaan yang ia dirikan sejak 29 Maret 1972.
Kabar meninggalnya Murdaya disampaikan langsung oleh Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), tempat ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas.
“Turut berduka cita. Telah meninggal dunia dengan tenang. Sabbe Sankhara Anicca. Semoga amal kebajikan mendiang mengkondisikan terlahir di alam bahagia,” tulis akun Instagram resmi DPP Walubi.
Semasa hidupnya, Murdaya Poo tak hanya aktif di dunia bisnis. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2004–2009 dari Fraksi PDI Perjuangan.
Perjalanan hidupnya cukup inspiratif. Di masa muda, dia pernah menjadi penjual koran sebelum terjun ke dunia konstruksi dan mendirikan Central Cipta Murdaya Group pada tahun 1992.
Perusahaan tersebut berkembang pesat dan merambah ke berbagai sektor seperti teknik, teknologi informasi, kayu lapis, hingga perkebunan kelapa sawit.
Salah satu proyek andalannya adalah Jakarta International Expo (JIExpo), salah satu pusat pameran terbesar di ibu kota.
Nama Murdaya juga tercatat dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Forbes mencatat kekayaan bersihnya mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun (kurs Rp14.976 per dolar AS) per Maret 2023.
Dia berada di posisi ke-37 orang terkaya di Indonesia dan peringkat ke-2.324 di dunia.
Murdaya Poo menikah dengan Siti Hartati Murdaya, seorang pengusaha dan mantan politisi yang juga termasuk dalam daftar orang terkaya dunia.
Pasangan ini dikaruniai empat anak, yaitu Prajna, Metta, Upekkha, dan Karuna.
Dikenal sebagai sosok yang rendah hati, Murdaya juga memiliki gaya hidup sederhana. Dia seorang vegetarian dan mengisi waktu luangnya dengan bermain golf.
Kepergiannya tentu meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi dunia bisnis dan keagamaan di Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni