Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dengan Tokoh Masyarakat untuk Atasi Seruan Indonesia Gelap Hingga Kabur Aja Dulu

Bihan Mokodompit • Selasa, 8 April 2025 | 22:35 WIB

Presiden Prabowo tengah diwawancara bersama dengan 7 jurnalis senior
Presiden Prabowo tengah diwawancara bersama dengan 7 jurnalis senior

RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk berdiskusi langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat atas kritik yang sempat dilontarkan. 

Sebagaimana diketahui sebelumnya masyarakat telah menyuarakan kritik melalui narasi ‘Indonesia Gelap’ hingga slogan ‘kabur aja dulu’ yang sempat ramai diperbincangkan publik.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa dialog semacam itu lebih baik dilakukan secara tertutup, tanpa sorotan media.

“Saya juga mau dialog. Saya mau ketemu lah sama siapa. Mari kita bahas ya kan. Mungkin tidak usah di publik ya. Tokoh-tokoh yang Indonesia gelap,” ujar Prabowo dalam wawancara eksklusif bersama tujuh jurnalis senior di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Jumat (6/4).

Lebih lanjut, dia menanggapi kritik tersebut dengan pendekatan terbuka namun solutif.

Prabowo menyatakan bahwa jika memang ada anggapan Indonesia sedang dalam kondisi gelap, maka sebaiknya semua pihak bersatu untuk mencari solusi, bukan sekadar melempar kesalahan.

“Maksudnya oke kalau memang Indonesia gelap. Mari kita kerja supaya Indonesia tidak gelap. Iya kan. Kok Indonesia gelap. Kabur aja deh. Kabur aja dulu deh. Habis itu Jokowi salah. Prabowo goblok. Ini tidak mengatasi,” imbuhnya.

Di tengah kondisi ekonomi dunia yang tengah bergejolak, khususnya setelah Amerika Serikat menerapkan kebijakan tarif resiprokal terhadap berbagai negara termasuk Indonesia, Prabowo tetap menunjukkan sikap optimis.

Dia percaya Indonesia memiliki ketahanan menghadapi krisis ekonomi, sebagaimana telah terbukti dalam berbagai periode sejarah.

Menurutnya, bangsa ini telah berhasil melalui berbagai krisis besar, mulai dari tahun 1968, krisis moneter 1998, krisis global 2008, hingga pandemi Covid-19 di tahun 2020.

“Ya kita hadapi. Dan kita bisa atasi. Tapi kuncinya kalau ada kerukunan,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, Prabowo menyayangkan adanya pihak-pihak yang meragukan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu agenda utamanya.

Dia mempertanyakan mengapa upaya memberikan asupan gizi kepada anak-anak yang mengalami kekurangan dianggap sebagai hal yang keliru.

“Kalau saya mau kasih makan ke anak yang lapar, what is wrong with that?” ucap Prabowo.

Dia menceritakan pengalamannya saat turun langsung ke desa-desa selama masa kampanye. 

Dia mengaku menemukan banyak anak yang seharusnya berusia 10 tahun, namun kondisi fisiknya tampak seperti anak usia lima tahun akibat stunting.

“Saya kampanye ke desa-desa, saya lihat anak ini umur 5 tahun. Saya tanya, enggak, dia 10 tahun. Badannya 5 tahun, kecil. Stunting. Kita ini sekian puluh persen, what do we do?” lanjutnya.

Prabowo menekankan bahwa perhatian terhadap gizi anak-anak bangsa bukan sekadar program politik, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan Indonesia.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menyelesaikan masalah ini secara konkret. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tokoh masyarakat #berdiskusi #Kabur aja dulu #presiden prabowo subianto #Indonesia Gelap