RADARTUBAN - Insiden memilukan terjadi di perlintasan Jalan Kalibokor Kencana VI, Gubeng, Surabaya, Senin malam (7/4), saat seorang pria lansia tewas tertabrak KA Sancaka relasi Surabaya-Yogyakarta.
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Buyung Hidayat Rahman mengatakan, saat tim tiba di lokasi korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di perlintasan rel.
"Saat petugas sampai, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal," ujarnya, Selasa (8/4).
Saat pertama kali ditemukan, korban tidak membawa kartu identitas apapun. Dia hanya mengenakan kaos berwarna abu-abu dan celana pendek berbahan jeans.
Kanit Reskrim Polsek Gubeng Iptu Adjie Rizky Ananda menjelaskan, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis Polrestabes Surabaya bersama penyidik Polsek Gubeng, identitas korban berhasil diketahui.
"Korban bernama Johny Arnol Rampen, 70 tahun, warga Kutisari, Surabaya," terangnya.
Adjie menambahkan, meskipun sesuai identitas korban tercatat tinggal di Kutisari, namun dalam kesehariannya ia kini berdomisili bersama anak dan menantunya di Buduran.
Korban diduga tertabrak KA Sancaka yang melintas dari arah Stasiun Wonokromo menuju Stasiun Gubeng.
"Tubuh korban terseret lebih dari 100 meter. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban tidak utuh," jelas Adjie.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab korban tertabrak kereta. Saat ditanya kemungkinan korban bunuh diri, Adjie menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
"Masih dalam proses pendalaman. Untuk sementara ini, korban tercatat sebagai korban kecelakaan," sambungnya.
Dari keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban diketahui sedang mengendarai sepeda angin.
"Keterangan sementara dari keluarga, korban terakhir kali terlihat membawa sepeda angin," pungkas Adjie. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni