Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Studi Menunjukkan Diabetes Saat Hamil Tingkatkan Risiko Autisme dan Gangguan Saraf pada Anak

Nadia Nafifin • Kamis, 10 April 2025 | 00:05 WIB
Ibu hamil yang diabetes bisa meningkatkan gangguan saraf pada anak
Ibu hamil yang diabetes bisa meningkatkan gangguan saraf pada anak

RADARTUBAN - Sebuah studi berskala besar mengungkap keterkaitan antara diabetes gestasional dan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf pada anak, termasuk autisme.

Penelitian ini merupakan hasil analisis terhadap 202 studi sebelumnya yang melibatkan lebih dari 56 juta pasangan ibu dan anak dari berbagai belahan dunia.

Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh ibu dengan diabetes selama kehamilan memiliki risiko 28 persen lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan saraf.

Secara spesifik, risiko autisme tercatat meningkat 25 persen, ADHD naik 30 persen, dan disabilitas intelektual meningkat hingga 32 persen.

Mengutip laporan Reuters, Rabu (9/4), studi tersebut juga menemukan bahwa anak-anak dari ibu dengan diabetes selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan komunikasi sebesar 20 persen.

Selain itu ada masalah motorik 17 persen, serta gangguan belajar hingga 16 persen, dibandingkan dengan anak-anak dari ibu yang tidak mengidap diabetes saat hamil.

Penelitian turut menggarisbawahi bahwa risiko gangguan perkembangan saraf lebih besar pada anak yang lahir dari ibu dengan diabetes sebelum masa kehamilan.

Risiko pada kelompok ini tercatat 39 persen lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari ibu yang mengalami diabetes gestasional, yakni diabetes yang muncul selama kehamilan dan umumnya mereda setelah persalinan.

Dalam laporan yang dimuat di jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology, disebutkan bahwa sekitar 9 persen kehamilan di Amerika Serikat saat ini terdampak oleh diabetes, angka yang terus menunjukkan tren peningkatan.

Para peneliti menyoroti perlunya dukungan medis yang memadai bagi perempuan dengan risiko tinggi diabetes, serta pentingnya pemantauan kesehatan jangka panjang terhadap anak-anak mereka.

Meski studi menunjukkan korelasi yang signifikan antara diabetes selama kehamilan dan gangguan perkembangan saraf, para ahli menegaskan bahwa temuan ini belum bisa dijadikan bukti bahwa diabetes merupakan penyebab langsung.

Hasil berbeda ditemukan dalam analisis terhadap anak-anak yang memiliki saudara kandung.

Di mana tidak terlihat pengaruh langsung diabetes ibu, yang mengindikasikan kemungkinan adanya kontribusi dari faktor genetik atau lingkungan keluarga dalam beberapa kasus.

Magdalena Janecka dari NYU Grossman School of Medicine, yang tidak terlibat langsung dalam penelitian ini, menilai bahwa meta-analisis berskala besar seperti yang dilakukan tim peneliti memiliki nilai penting dalam mengidentifikasi pola risiko secara lebih terperinci.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa studi jenis ini belum mampu menjelaskan secara pasti penyebab maupun mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara diabetes pada kehamilan dan gangguan perkembangan saraf pada anak.

Penelitian ini hadir di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap isu autisme, termasuk beredarnya klaim tidak berdasar mengenai kaitan antara vaksin dan autisme, yang telah dibantah secara ilmiah oleh berbagai studi.

Temuan ini kembali menekankan perlunya perhatian terhadap faktor risiko yang terbukti secara ilmiah, seperti kondisi kesehatan ibu selama masa kehamilan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#diabetes #autisme #perkembangan saraf #kehamilan #ibu hamil