Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kejahatan Seksual Digital Melonjak, Korea Selatan Hadapi Ancaman Deepfake Berbasis AI

M Robit Bilhaq • Senin, 14 April 2025 | 21:30 WIB
Penyalahgunaan AI buat kejahatan seksual digital Korea Selatan meningkat
Penyalahgunaan AI buat kejahatan seksual digital Korea Selatan meningkat

RADARTUBAN - Untuk menghadapi kejahatan seksual digital, lebih dari 10.000 warga Korea Selatan tercatat meminta dukungan dari pemerintah.

Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak berdirinya Pusat Dukungan Korban Kejahatan Seksual Digital pada tahun 2018, berdasarkan data dari Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan.

Menurut laporan Straits Times pada Senin, 14 April 2025, sebagian besar kasus ini meningkatkan disebabkan oleh maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam menciptakan konten deepfake, khususnya dalam hal yang berbau pornografi.

Laporan tahunan yang ada di kementerian mengungkapkan bahwa sebanyak 10.305 orang mendapatkan berbagai jenis bantuan sepanjang tahun lalu, mulai dari layanan konseling, penghapusan konten ilegal, hingga rujukan untuk dukungan hukum, medis, dan investigasi.

Jumlah ini menunjukkan kenaikan sebesar 14,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya pula, jumlah konten ilegal yang berhasil dihapus dari internet melebihi 300.000 materi, hal ini meningkat sebesar 22,3 persen dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.

Korban mayoritasa berasal dari kelompok usia muda, dengan remaja mencakup 27,9 persen dari total korban, naik signifikan dari 17,8 persen pada tahun 2022.

Sementara itu, korban berusia 20-an mencapai 50,2 persen, meningkat tajam dari 18,2 persen di tahun sebelumnya.

Pihak berwenang mencurigai bahwa angka korban remaja kemungkinan lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak dilaporkan.

Seorang pejabat kementerian mengatakan bahwasanya remaja sangat rentan karena mereka merupakan pengguna aktif media sosial serta berbagai platform digital.

Kasus yang melibatkan penggunaan media sintetis seperti konten deepfake berunsur pornografi menunjukkan peningkatan yang sangat tajam.

Pada tahun 2023, terdapat 1.384 kasus, meningkat 227,2 persen dari 423 kasus di tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92,6 persen korbannya adalah individu berusia di bawah 30 tahun.

Kasus perekaman ilegal juga mengalami kenaikan, dari 2.927 kasus menjadi 4.182 dalam kurun waktu yang sama.

Kementerian mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin mudahnya akses ke alat berbasis AI yang dapat memproduksi konten eksplisit, termasuk konten yang melibatkan anak di bawah umur.

Pihak berwenang menyatakan bahwa seiring dengan berkembangnya sistem AI yang semakin terpersonalisasi melalui akumulasi data, skala dan tingkat kompleksitas kejahatan seksual digital diperkirakan akan terus meningkat.

Sebagai upaya untuk menangani masalah ini, pemerintah Korea Selatan merencanakan peninjauan ulang terhadap kasus-kasus terbaru. 

Dalam menunjau ulang, mereka bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan yang lebih ketat bagi para pengguna, khususnya mereka yang tergolong dalam kelompok rentan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #deepfake #korea selatan #pornografi #kejahatan seksual digital