Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Boarding Pass Fisik Akan Segera Ditinggalkan, Disebut Sebagai Era Baru Penerbangan Pesawat

Bihan Mokodompit • Senin, 14 April 2025 | 23:05 WIB
Sistem digital dan teknologi pengenalan wajah segera menggantikan paspor fisik dan check-in manual.
Sistem digital dan teknologi pengenalan wajah segera menggantikan paspor fisik dan check-in manual.

RADARTUBAN - Dalam waktu dekat, cara pelancong bepergian ke seluruh dunia akan mengalami transformasi besar.

Proses check-in manual dan penggunaan boarding pass fisik yang selama ini menjadi rutinitas di bandara diprediksi akan tergantikan oleh sistem digital canggih.

Dilansir dari The Sun, peraturan bandara yang tengah digodok akan memungkinkan pelancong mengakses paspor mereka hanya melalui ponsel pintar.

Teknologi pengenalan wajah juga akan menggantikan pemeriksaan dokumen di terminal, memungkinkan perjalanan yang lebih praktis dan efisien.

Perjalanan Digital Akan Jadi Kenyataan

Mengutip The Times, inovasi ini sedang dipersiapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Mereka tengah mengembangkan sistem kredensial perjalanan digital yang akan menghilangkan keharusan untuk melakukan check-in secara konvensional.

Nantinya, tiket digital yang tersimpan di perangkat seluler akan menjadi satu-satunya dokumen yang dibutuhkan.

Ketika pelancong tiba di bandara, sistem bag drop akan langsung memberitahu maskapai tentang kedatangan mereka. Bagi mereka yang hanya membawa barang kabin, data perjalanan langsung terintegrasi dengan pos pemeriksaan keamanan.

Jika saat ini boarding pass diterima setelah check-in di bandara, maka sistem baru akan membuat seluruh proses ini berjalan otomatis.

Pemeriksaan keamanan tetap diberlakukan, namun tanpa repot mengeluarkan dokumen.

Teknologi Terobosan dari Amadeus

Transformasi ini didorong oleh Amadeus, perusahaan teknologi perjalanan global.

Direktur Manajemen Produk Amadeus, Valérie Viale, menyatakan kepada The Times bahwa sistem baru ini merupakan perubahan paling signifikan dalam lima dekade terakhir.

"Banyak sistem maskapai yang tidak mengalami perubahan dalam lebih dari 50 tahun, sebab harus seragam dan dapat dioperasikan lintas industri," ujar dia.

Untuk mengoperasikan sistem ini, bandara wajib memasang perangkat pemindai wajah dan sistem deteksi paspor dari perangkat pintar.

Keamanan data menjadi prioritas, karena menurut Amadeus, data pelancong akan otomatis terhapus dalam 15 detik demi menjaga privasi.

Inspirasi dari Amazon dan Dukungan Maskapai Besar

Teknologi ini terinspirasi dari sistem milik Amazon, di mana konsumen bisa melacak paket dan membuka loker menggunakan koneksi Bluetooth.

Bahkan ke depannya, penumpang dapat membagikan lokasi mereka kepada maskapai agar diarahkan menuju gerbang keberangkatan.

Sejumlah maskapai ternama seperti British Airways, Air France-KLM, Finnair, hingga Saudia Airlines telah menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi ini.

Di sisi lain, bandara-bandara di Inggris juga sudah mulai mengadopsi pemindai CT terbaru yang memungkinkan penumpang membawa lebih banyak cairan dalam kabin, tanpa terhalang aturan lama.

Bandara Frankfurt Jadi Pelopor Check-in Biometrik

Sejak awal November 2023, Bandara Frankfurt mulai menerapkan sistem check-in biometrik untuk seluruh penumpang.

Teknologi pengenalan wajah ini berlaku untuk maskapai Lufthansa dan aliansi Star Alliance, termasuk United Airlines, Air China, dan Air India.

Fraport, operator Bandara Frankfurt, mengklaim sistem ini mampu memangkas antrean dan meningkatkan efisiensi proses keberangkatan.

Mereka berharap menjadi bandara pertama di Eropa yang memberlakukan check-in biometrik untuk semua maskapai, asalkan penumpang telah mendaftar terlebih dahulu.

Proses registrasi pun tergolong praktis. Penumpang cukup melakukan satu kali pendaftaran melalui aplikasi biometrik Star Alliance atau langsung di kios dengan paspor biometrik.

Setelah itu, wajah mereka akan dipindai di berbagai pos pemeriksaan, menggantikan dokumen fisik.

Teknologi ini, yang dinamakan Smart Lane, telah digunakan lebih dari 12 ribu pelancong.

Indonesia Sudah Terapkan Sistem Ini di Kereta Api

Sementara itu, di Indonesia, teknologi serupa sudah diterapkan untuk moda transportasi kereta api sejak 2023.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengoperasikan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Gambir, Jakarta.

Terdapat empat gerbang boarding dengan sistem pindai wajah di area hall selatan stasiun tersebut. Teknologi ini memungkinkan validasi identitas secara otomatis dengan mencocokkan wajah penumpang dan data tiket yang tersimpan dalam sistem boarding KAI.

Untuk menggunakan fasilitas ini, penumpang hanya perlu melakukan satu kali registrasi.

Setelah itu, mereka dapat menikmati layanan ini di berbagai stasiun lain yang sudah dilengkapi teknologi serupa. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#perjalanan #dunia #digital #ponsel pintar #penerbangan #boarding pass