RADARTUBAN – Pamit pulang ke Madiun, Sheila sempat kirim kabar dari Klaten. Lalu hilang tanpa jejak—hingga jasadnya ditemukan di dasar parit.
Kabar duka menyelimuti keluarga Sheila Amalia Cristanti, 21, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Madiun.
Setelah dinyatakan hilang selama 18 hari, ia ditemukan tak bernyawa di dasar parit di kawasan pegunungan Magetan, Sabtu (12/4).
Jasad Sheila ditemukan di Tikungan Lawu Green Forest, Jalan Raya Sarangan–Cemorosewu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.
Tubuhnya tertindih sepeda motor Honda Beat miliknya, dalam kondisi terbalik bersama kendaraan di dalam selokan sedalam satu meter.
Penemuan berawal dari laporan warga yang mencium bau menyengat di sekitar lokasi. Saat dicek, ditemukan jasad perempuan muda yang kemudian diidentifikasi sebagai Sheila.
Sheila, mahasiswi jurusan Ekonomi Pertanian dan Agribisnis angkatan 2023 itu, terakhir terlihat pada Senin (25/3).
Baca Juga: Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unnes Lecehkan Empat Mahasiswi, Kasusnya Viral di X
Dia berpamitan kepada keluarga untuk pulang dari Yogyakarta ke Madiun menggunakan sepeda motor.
Dalam perjalanannya, Sheila mengabari sempat singgah di Klaten untuk mengikuti kelas daring terlebih dahulu.
“Sheila sempat kirim pesan WhatsApp ke keluarga, bilang sudah sampai Klaten pukul 11 siang. Terakhir komunikasi jam 1 siang. Setelah itu hilang kontak,” kata sepupunya, Taufik Eka Newaranto, Minggu (13/4).
Setelah beberapa hari tak kunjung pulang hingga Lebaran usai, keluarga melapor ke Polres Madiun dan melakukan pencarian mandiri.
Kapolsek Plaosan, AKP Joko Yuhono, mengungkapkan bahwa sinyal terakhir ponsel korban terdeteksi di kawasan Gunung Lawu, tepatnya di lokasi tempat dia ditemukan.
Polisi menduga kuat Sheila mengalami kecelakaan tunggal.
“Di lokasi kami temukan jejak rem, tanah rusak, dan tiang rambu lalu lintas yang diduga ditabrak korban. Posisi korban dan motornya dalam kondisi terbalik di dalam selokan,” jelasnya.
Medan di jalur tersebut dikenal curam dan berkelok-kelok.
Hal itu memperkuat dugaan bahwa Sheila kehilangan kendali saat menuruni jalan dan terjatuh ke dalam parit.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Sheila dipulangkan ke kampung halamannya di Madiun untuk dimakamkan.
Meski polisi menyimpulkan sementara bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan tunggal, penyelidikan masih terus berlangsung.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Sheila merupakan anak tunggal yang dikenal rajin dan cerdas.
Kepergiannya yang tragis menjadi pengingat akan bahaya perjalanan jarak jauh, terutama di jalur pegunungan yang rawan kecelakaan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama