Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Setelah Menteri, Kini Gubernur Jawa Timur Temui Jokowi di Kediamannya, Bahas Apa?

Bihan Mokodompit • Rabu, 16 April 2025 | 16:57 WIB

Khofifah temui Jokowi di kediamannya
Khofifah temui Jokowi di kediamannya

RADARTUBAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sowan ke Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Selain dalam rangka silaturahmi dan halal bihalal, pertemuan itu juga menjadi forum untuk membahas kondisi ekonomi global. 

Pembahasan ini dampaknya terhadap iklim usaha di Jawa Timur, terutama terkait potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menyampaikan situasi terkini mengenai tantangan ekonomi global.

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengambil langkah-langkah antisipatif guna menghadapi dampak dari perang tarif internasional.

“Cair ya, tentu beliau update bagaimana sebetulnya perkembangan trade war antara perang tarif ini Amerika dan China dan itu terjadi di seluruh dunia." katanya. 

Dia pun menjelaskan, bahwa sebagai kepala daerah Jawa Timur dia perlu melakukan banyak langkah sebagai bentuk antisipasi. 

"Saya matur bahwa secara personal melakukan komunikasi dengan owner dari perusahaan-perusahaan besar dan kami juga mengundang Apindo, terutama yang karyawannya di atas 4.000 karyawan,” jelas Khofifah.

Langkah-langkah tersebut difokuskan pada dialog aktif dengan pelaku industri skala besar serta pelibatan asosiasi pengusaha dalam menyusun strategi perlindungan tenaga kerja.

Khofifah menekankan bahwa langkah utama yang harus diambil dunia usaha saat ini adalah menghindari PHK massal.

Jika memang perusahaan terdampak, ia menyarankan penyesuaian jam kerja sebagai solusi alternatif.

“Prinsip pertama jangan ada PHK. Kalau pun ada, pengurangan produksi, ya boleh pengurangan jam kerja atau maksimal pengurangan hari kerja,” tambahnya.

Kebijakan ini diambil untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan menjaga iklim ketenagakerjaan tetap kondusif di tengah tekanan global.

 

Meski dilakukan dalam momentum pasca-Lebaran, Khofifah sowan ke Jokowi bukan sekadar formalitas.

Pertemuan itu dimanfaatkan sebagai upaya konkret untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan menyampaikan laporan langsung terkait kondisi industri di Jawa Timur.

Kunjungan tersebut memperlihatkan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dengan pusat dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap situasi global.

Khofifah sowan ke Jokowi juga menandai kesiapan Jawa Timur untuk menjaga ritme pertumbuhan ekonomi meski berada di tengah tekanan internasional. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ekonomi global #gubernur jawa timur #Amerika Serikat #China #Jokowi #phk #Khofifah Indar Parawansa