RADARTUBAN - Insiden ban depan pesawat Garuda Indonesia copot saat mendarat terjadi di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang, Rabu (16/4) pagi.
Kejadian ini menimpa pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-288 yang lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Meskipun insiden tersebut sempat mengejutkan, pihak maskapai memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi selamat.
Menanggapi insiden ban depan pesawat Garuda Indonesia copot saat mendarat, Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M. Hutapea menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang.
Dia menegaskan komitmen maskapai dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul dan terus berkomitmen untuk memperkuat tata kelola keselamatan penerbangan,” kata Tumpal dalam rilis resmi.
Garuda Indonesia juga menyatakan bahwa seluruh prosedur pengecekan sebelum keberangkatan telah dilaksanakan secara menyeluruh oleh tim teknis yang berwenang.
Pernyataan ini menjadi bentuk transparansi kepada publik sekaligus menegaskan upaya pencegahan yang telah dilakukan sebelumnya.
Meski ban depan pesawat Garuda Indonesia copot saat mendarat, pendaratan pesawat Boeing 737-800 tersebut disebut berjalan sesuai prosedur.
Seluruh 161 penumpang dan awak pesawat berhasil mendarat dengan selamat.
Setelah insiden terjadi, tim teknis Garuda Indonesia segera melakukan inspeksi lanjutan dengan koordinasi dari otoritas penerbangan terkait.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan lanjutan dan menjamin keamanan operasional berikutnya.
Dari hasil pemeriksaan mendalam, diketahui bahwa insiden lepasnya salah satu ban depan tidak menimbulkan gangguan pada sistem pesawat lainnya.
Komponen ban yang mengalami kendala telah diganti dengan suku cadang baru sesuai dengan standar kelaikan operasi.
“Sesaat setelah pendaratan, inspeksi lanjutan segera dilakukan oleh tim teknis Garuda Indonesia yang berkoordinasi dengan otoritas penerbangan terkait,” tulisnya.
“Pesawat tersebut telah kembali beroperasi dan mendarat dengan normal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” lanjut dia.
Inspeksi dan uji kelaikan tambahan juga dilakukan sebelum pesawat kembali dioperasikan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan dan menjamin kelayakan teknis armada.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Garuda Indonesia menyampaikan komitmennya untuk melaporkan hasil evaluasi menyeluruh kepada para pemangku kepentingan dan otoritas terkait.
Evaluasi ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran dan perbaikan ke depan.
“Garuda Indonesia akan secara aktif melaporkan hasil evaluasi tersebut kepada pemangku kepentingan dan otoritas terkait,” tutupnya.
Kejadian ban depan pesawat Garuda Indonesia copot saat mendarat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem keselamatan penerbangan nasional.
Maskapai diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pemeliharaan teknis dan prosedur darurat guna mencegah insiden serupa di masa mendatang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni