RADARTUBAN - Pada 11 April 2025 lalu, 5 warisan dokumenter Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai memory of the world dalam sidang Dewan Eksekutif ke - 221.
Tahukah kamu, apa saja warisan dokumenter itu? Simak penjelasan berikut ini!
1. Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesia (SSKK)
Naskah ini diajukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah ini merupakan naskah Sunda Kuna, warisan dokumenter dari kalangan masyarakat yang merupakan seorang Resi (praktisi spiritual Hindu) pada abad ke - 16.
Isi dalam naskah ini memuat tentang hubungan politik dan perdagangan antara Sunda dengan berbagai negara di Asia pada masa prakolonial.
2. Arsip Tarian Jawa : Tarian Khas Mangkunegaran Periode 1861 - 1944
Arsip tarian ini diajukan bersama dengan Pura Mangkunegaran dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Dokumen arsip tarian yang diajukan memuat koreografi, notasi gending, dan pertunjukan tari tradisional Mangkunegaran yang diciptakan pada era Sri Paduka K.G.P.A.A. Mangkoenagoro IV hingga Sri Paduka K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VII (1861 - 1944).
Dokumen ini sebelumnya telah teregistrasi dalam program Memori Kolektif Bangsa ANRI pada tahun 2023, tepatnya 2 tahun yang lalu.
Baca Juga: Pertunjukan Seni Reog Ponorogo Resmi Menjadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Cek Fakta Menariknya
3. Arsip Lahirnya ASEAN : Pembentukan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara Periode 1967 - 1976
Arsip ini diajukan oleh ANRI bersama dengan National Archives of Malaysia, National Archives of Singapore, dan Thai Film Archives.
Warisan ini adalah catatan pembentukan ASEAN oleh lima Negara yang mendirikannya, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura.
Dalam warisan ini juga menggambarkan tentang peran ASEAN dalam mencegah konflik, dan mencapai stabilitas di kawasan Asia Tenggara.
4. Karya-Karya Hamzah Fansuri
Arsip ini diajukan bersama dan dilestarikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia serta Perpustakaan Negara Malaysia.
Warisan ini di dalamnya berisi syair-syair karya Hamzah Fansuri yang populer di Nusantara. Syair-syair tersebut memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sastra Melayu sejak abad ke - 17, dan menjadi cikal bakal perkembangan sastra modern.
5. Surat-Surat dan Arsip Raden Ajeng Kartini
Warisan dokumenter ini diajukan bersama dan dilestarikan oleh ANRI, National Archives of Netherlands, dan Leiden University Library.
Arsip ini berisi surat-surat dan gagasan Raden Ajeng Kartini pada periode 1879 - 1904, yang memuat tentang pendidikan, feminisme, dan kesetaraan gender.
Warisan-warisan tersebut patut dilestarikan dan dijaga agar di masa mendatang, generasi penerus dapat mengetahui perjuangan bangsa ini, dan terinspirasi dari semua hal tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni