RADARTUBAN - Warga Kabupaten Sumedang dikejutkan oleh fenomena langka berupa halo matahari yang menghiasi langit pada Minggu siang, (20/4).
Fenomena ini menarik perhatian banyak orang dan menjadi viral di media sosial. Salah satu warga, Endin, 41 mengaku ini adalah kali pertama dia menyaksikan keindahan langit seperti itu dan langsung merekamnya karena pemandangan yang sangat jarang terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena ini.
Menurut BMKG, halo matahari terbentuk akibat pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh kristal es berbentuk heksagonal yang terdapat di awan tinggi jenis cirrostratus.
Kristal es ini memecah cahaya matahari sehingga menciptakan lingkaran cahaya berwarna yang mirip pelangi dengan radius sekitar 22 derajat dari pusat matahari.
Warna pada cincin halo biasanya lembut, dengan bagian dalam berwarna kemerahan dan bagian luar tampak kebiruan.
BMKG menegaskan bahwa fenomena ini adalah kejadian alam yang wajar dan tidak berbahaya, bukan pertanda buruk atau cuaca ekstrem.
Masyarakat disarankan untuk menggunakan kacamata khusus ber-UV atau filter kamera saat mengamati fenomena ini agar terhindar dari risiko kerusakan mata akibat melihat langsung ke matahari.
BMKG juga memastikan akan terus memantau kondisi atmosfer dan cuaca secara berkala untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Fenomena halo matahari ini tidak hanya terjadi di Sumedang, tetapi dapat muncul di berbagai wilayah dengan kondisi awan tinggi yang mengandung kristal es serupa.
Fenomena ini menjadi momen langka yang memperlihatkan keindahan alam sekaligus mengedukasi masyarakat tentang proses optik di atmosfer bumi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni