RADARTUBAN - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun di kediamannya Casa Santa Marta, Vatikan. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell di Camerlengo, Vatikan pada Senin(21/4) pagi waktu setempat.
"Saudara-saudari yang terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," tulis pengumuman tersebut dilansir dari CNN (21/4).
Pengumuman ini sontak membuat masyarakat dunia kaget, pasalnya paus Fransiskus baru saja memberikan pemberkatan Paskah di hari Minggu dari balkon Basilica Santo Petrus kemarin.
Paus kembali hadir didepan umum setelah keluar dari rumah sakit akibat menderita penyakit pneumonia paru-paru akut.
Setelah mendapatkan perawatan selama beberapa Minggu di rumah sakit, tim medis Paus mengatakan kondisinya stabil dan diperbolehkan untuk rawat jalan di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan pada 23 Maret lalu.
Paus Fransiskus menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Latin. Dia resmi diangkat menjadi Paus pada tahun 2013 dan merupakan salah satu paus tertua di dalam sejarah gereja Vatikan.
Paus Fransiskus dikenal sebagai tokoh luar biasa yang memperjuangkan kemanusiaan, krisis iklim, maupun mengatasi berbagai masalah yang menimpa internal gereja Vatikan.
Paus Fransiskus juga sempat mengunjungi Indonesia dalam perjalanan apolostiknya pada bulan September lalu setelah terakhir kali Paus Yohanes Paulus II datang pada tahun 1989 silam.
Kunjungannya tersebut membawa pesan perdamaian serta memperlihatkan kesan sederhana seorang Paus Fransiskus.
"Kerukunan di dalam perbedaan dicapai ketika perspektif-perspektif tertentu mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan bersama dari semua orang dan ketika seluruh kelompok suku dan agama bertindak dalam semangat persaudaraan," kata Paus Fransiskus dalam pidatonya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni