RADARTUBAN - Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance yang belum lama ini dijatuhi hukuman empat bulan penjara di Amerika Serikat, kembali menarik perhatian publik.
Meski baru keluar dari proses hukum, CZ justru mendapatkan sambutan hangat dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Diketahui, CZ sebelumnya mengaku bersalah atas kasus pencucian uang yang menyeret Binance ke pengawasan ketat otoritas AS.
Dia juga telah resmi melepas jabatan CEO Binance sebagai bagian dari proses penyelesaian hukum tersebut.
Meski rekam jejaknya sempat tercoreng, CZ tetap dianggap sebagai tokoh penting dalam dunia kripto dan blockchain global.
Pertemuan dengan Anwar Ibrahim menandai kembalinya CZ ke lingkaran diskusi strategis, kali ini untuk mendorong transformasi digital di Asia Tenggara.
Dalam sebuah unggahan resmi di Instagram, Anwar mengungkapkan bahwa dirinya mengadakan pertemuan yang dinilai produktif dengan pendiri Binance tersebut.
Dikutip Rabu (23/4), pertemuan itu membahas potensi besar Malaysia sebagai pusat pengembangan industri aset digital dan teknologi blockchain.
Menurut Anwar, diskusi kedua belah pihak membahas tentang peluang baru bagi negara untuk mengambil posisi strategis dalam ekosistem digital global.
Dirinya menekankan bahwa inovasi di sektor ini memerlukan dukungan penuh dari pemerintah, termasuk dalam hal regulasi dan transformasi sistem keuangan.
Salah satu langkah yang dibahas adalah digitalisasi layanan publik serta eksplorasi terhadap tokenisasi instrumen finansial.
Anwar mengatakan, Malaysia harus siap menyambut perubahan tersebut dengan kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada masa depan.
“Pemerintah punya peran sentral dalam mendorong adopsi blockchain, baik melalui inisiatif digitalisasi maupun penerapan kasus penggunaan baru,” ujar Anwar dalam keterangannya.
Kata dia, Malaysia harus mengambil langkah cepat agar tidak tertinggal dari negara lain.
Bahkan mereka akan mengadakan diskusi lanjutan dengan sejumlah lembaga penting seperti Komisi Sekuritas, Bank Negara Malaysia, dan Kementerian Digital.
Tujuannya adalah untuk mengkaji mekanisme yang tepat dalam memfasilitasi dan mempercepat inovasi yang bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Anwar meyakini bahwa strategi yang matang dapat membawa Malaysia ke barisan terdepan dalam arus transformasi digital.
Dinilai, sinergi antara pelaku industri dan kebijakan publik adalah kunci dari keberhasilan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni