Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Siapa Mbok Yem? Sosok Paling Tidak Asing Di Puncak Gunung Lawu, Dikenal Banyak Pendaki karena Alasan Ini

Belinda Eka Salsabilla • Kamis, 24 April 2025 | 18:43 WIB
Mbok Yem, pemilik warung di Gunung Lawu yang banyak dikenal oleh pendaki.
Mbok Yem, pemilik warung di Gunung Lawu yang banyak dikenal oleh pendaki.

RADARTUBAN – Kabar duka datang dari dunia pendakian Gunung Lawu dan masyarakat sekitarnya.

Wakiyem, yang lebih dikenal dengan nama Mbok Yem, telah meninggal dunia pada usia 82 tahun.

Sosok legendaris ini dikenal luas berkat warungnya yang terletak di puncak Gunung Lawu, yang menjadi tempat perhentian bagi para pendaki dari berbagai penjuru.

Kepala Dusun Cemoro Sewu, Agus, membenarkan kabar tersebut, mengungkapkan bahwa Mbok Yem menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu, 23 April 2025, di kediamannya yang terletak di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Baca Juga: Mbok Yem Sempat Ingin Berhenti Jaga Warung di Gunung Lawu dan Minta Mandi Sebelum Wafat

Agus juga menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Mbok Yem sudah menurun sejak sebelum bulan Ramadan tahun ini, bahkan dia sempat menjalani perawatan di RSUD Ponorogo.

Biasanya, Mbok Yem hanya turun dari puncak Gunung Lawu menjelang Hari Raya Idul Fitri, sesuai tradisi yang sudah lama dilakukan.

Namun, pada tahun ini, karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk, ia terpaksa turun lebih awal, pada Februari 2025, dan harus ditandu oleh enam orang untuk bisa turun dari gunung.

Agus, yang juga merupakan perangkat Desa Cemoro Sewu, menjelaskan bahwa meski Mbok Yem dikenal sebagai pengelola warung di puncak Gunung Lawu, Kartu Tanda Penduduk (KTP) Mbok Yem tercatat di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol.

Warung Mbok Yem, yang sudah ada sejak era 1980-an, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Gunung Lawu.

Warung ini selalu menjadi tempat istirahat yang diandalkan para pendaki untuk mengisi energi setelah berjuang mencapai puncak atau sekadar untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Walaupun menghadapi suhu ekstrim dan ketinggian yang menguji fisik, Mbok Yem tetap menjaga warungnya dengan dedikasi yang luar biasa, menjadikannya sosok yang dihormati dan legendaris di kalangan pendaki dan komunitas pecinta alam.

Kepergian Mbok Yem meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang yang mengenalnya.

Gunung Lawu kini kehilangan salah satu ikonnya, namun kenangan tentang Mbok Yem dan warung legendarisnya akan selalu hidup dalam sejarah dan hati para pendaki. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#meninggal dunia #mbok yem #pendaki #magetan #Gunung Lawu