Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ngeri, Ancaman Serius Pemutihan Terumbu Karang Yang Menghantui Dunia, Raja Ampat Juga Terdampak!

Bihan Mokodompit • Selasa, 29 April 2025 | 19:06 WIB
Terumbu karang
Terumbu karang

RADARTUBAN - Pemutihan karang global kini menjadi sorotan para ilmuwan karena peningkatan suhu laut yang terus berlanjut.

Peristiwa ini disebut-sebut telah mengakibatkan kerusakan pada lebih dari 80 persen terumbu karang di seluruh dunia.

Bahkan wilayah yang sebelumnya dianggap aman, seperti Raja Ampat, tak luput dari dampaknya.

Raja Ampat, yang dikenal sebagai surga bawah laut dan tempat yang tahan terhadap kenaikan suhu laut, ternyata ikut mengalami pemutihan.

Hal ini menunjukkan betapa parahnya pemanasan laut yang terjadi secara global. Dr. Derek Manzello, direktur Coral Reef Watch, menuturkan beberapa kenyataan yang terjadi pada bawah laut saat ini.

“Fakta bahwa begitu banyak area terumbu karang yang terdampak, termasuk tempat-tempat yang dianggap sebagai ‘perlindungan termal’ seperti Raja Ampat dan Teluk Eilat, menunjukkan bahwa pemanasan laut telah mencapai tingkat di mana tidak ada lagi tempat aman dari pemutihan karang dan dampaknya,” ujarnya.

Fenomena ini terjadi saat karang kehilangan alga mikroskopis bernama Zooxanthellae yang hidup di dalam jaringannya.

Hubungan antara karang dan alga ini bersifat saling menguntungkan.

Namun, ketika suhu air meningkat sekitar dua derajat Fahrenheit, karang menjadi stres dan melepaskan alga tersebut.

Tanpa alga, warna karang memudar dan tampak putih sepenuhnya. Jika kondisi ini berlangsung lama, karang akan mati.

Selain suhu laut yang meningkat akibat perubahan iklim, pemutihan karang juga bisa dipicu oleh paparan sinar matahari berlebih, polusi laut, dan pasang surut ekstrem.

Kombinasi dari faktor-faktor ini mempercepat rusaknya ekosistem bawah laut.

 

Kematian massal terumbu karang berdampak besar terhadap ekosistem laut.

Banyak spesies ikan dan hewan laut bergantung pada terumbu karang sebagai tempat tinggal, tempat berkembang biak, dan perlindungan dari predator.

Jika karang sulit berkembang biak, ekosistem laut secara keseluruhan akan terganggu.

Di sisi lain, masyarakat pesisir juga terdampak karena terumbu karang berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang dan badai.

Rusaknya terumbu karang turut memicu krisis ikan karena habitatnya menghilang. Ini akan memengaruhi ketahanan pangan dan pendapatan nelayan.

Terumbu karang bukan hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga bagi ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#terumbu karang #raja ampat #laut #pemutihan karang #suhu air