Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Daripada Sakit Hati Pinjam Saudara, Santi Pilih Pinjaman Online untuk Biaya Pengobatan

Nadia Nafifin • Kamis, 1 Mei 2025 | 02:25 WIB

Ilustrasi pinjaman online
Ilustrasi pinjaman online

RADARTUBAN – Bagi Santi, 26, pegawai swasta di ibu kota, menjaga kehormatan keluarga lebih penting daripada mengemis bantuan.

Saat sang ibu mendadak terserang stroke di awal 2025, dia tak punya banyak waktu berpikir panjang.

Dalam kondisi mendesak, dia memilih meminjam uang dari aplikasi pinjaman online (pinjol) ketimbang meminta bantuan keluarga.

"Saya takut ditolak, takut dianggap menyusahkan. Kalau ke saudara, hubungan bisa jadi renggang hanya karena uang," ujar Santi.

Langkah pertamanya adalah meminjam Rp 3 juta dari aplikasi pinjol untuk menutupi biaya pengobatan awal.

Baca Juga: Perempuan Lebih Rentan Melakukan Pinjol, Benarkah Hal Tersebut? Berikut Penjelasanya

Gajinya yang terbatas membuatnya percaya diri akan mampu mencicil hingga Rp 5 juta per bulan.

Tapi hidup berkata lain, kondisi ekonomi yang memburuk dan biaya medis yang terus membengkak membuat Santi kehabisan tabungan.

Dalam keputusasaan, dia kembali meminjam Rp 4 juta dari aplikasi lain yang menawarkan proses cepat dan syarat ringan.

"Saat itu, pinjol terasa seperti jawaban instan. Nggak perlu malu, nggak ada tatapan kasihan, nggak ada penolakan," tuturnya.

Baca Juga: Mayoritas Warga Tuban Menilai Gadai Lebih Aman Dibanding Pinjol

Namun, kenyataan pahit datang kemudian. Cicilan menumpuk, bunga berbunga, dan Santi kini hidup dalam tekanan utang yang seolah tak berujung.

Setiap hari, dia dihantui ketakutan oleh notifikasi dari penagih utang.

"Saya cuma ingin ibu sembuh. Tapi sekarang, saya harus berjuang keluar dari jeratan ini. Saya ingin tutup babak ini, demi keluarga," katanya lirih.

Fenomena seperti Santi mencerminkan situasi banyak anak muda urban yang dihadapkan pada pilihan sulit saat krisis datang.

Di tengah literasi keuangan yang belum merata, pinjaman online sering menjadi solusi cepat, namun bisa berubah jadi jebakan panjang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pengobatan ibu #pinjol #hutang #pinjaman online #keluarga #stroke