JAKARTA — Pemerintah melalui Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto, Prasetyo Hadi, menyampaikan permintaan maaf atas insiden pemadaman listrik total di pada Jumat (2/5).
Pemadaman ini disebabkan oleh gangguan pada kabel laut yang menjadi penghubung sistem kelistrikan antara Pulau Jawa dan Bali.
Insiden blackout listrik yang hampir melumpuhkan seluruh Bali ini berdampak pada berbagai daerah seperti Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Beberapa fasilitas vital termasuk rumah sakit dan Bandara I Gusti Ngurah Rai juga sempat terganggu akibat kejadian ini.
Baca Juga: Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kelurahan Sidorejo Tuban Ludes Dilalap Api
Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo langsung merespons cepat dengan menghubungi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, untuk memastikan penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Atas nama Presiden dan pemerintah, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Prasetyo dalam pernyataan resmi.
Pemerintah, lanjutnya, telah bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk memulihkan jaringan kelistrikan secepat mungkin.
Baca Juga: Spanyol dan Portugal Terpuruk oleh Pemadaman Listrik Massal Buat Kekacauan Besar
Dalam waktu kurang dari satu jam sejak gangguan terjadi, sebagian besar wilayah Bali telah kembali dialiri listrik.
Proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan stabilitas dan keselamatan sistem.
“Terima kasih kepada seluruh tim PLN yang telah bekerja cepat dan profesional. Pemulihan terus dipantau agar semua layanan publik di Bali bisa kembali berjalan normal sepenuhnya,” tambah Prasetyo.
Kabel laut yang terganggu ini merupakan bagian penting dari infrastruktur kelistrikan Jawa-Bali.
Gangguan tersebut memicu seluruh pembangkit listrik di sistem Bali trip secara bersamaan.
PLN memastikan sedang melakukan investigasi dan langkah teknis lanjutan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional serta memberikan layanan publik yang prima bagi seluruh masyarakat, termasuk di kawasan destinasi wisata utama seperti Bali. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni