Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jemaah Haji 2025 Dapat Fasilitas Baru, Makanan Siap Saji hingga Hotel Khusus

Bihan Mokodompit • Minggu, 4 Mei 2025 | 01:29 WIB
Ilustrasi Haji
Ilustrasi Haji

RADARTUBAN - Kloter pertama jemaah haji 2025 resmi diberangkatkan pada Kamis, 1 Mei 2025.

Dalam rangka mendukung kelancaran ibadah para jemaah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menghadirkan sejumlah terobosan baru yang menjadi sorotan utama pada musim haji tahun ini.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan kepada jemaah haji Indonesia.

 

Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 3 Mei 2025, Kepala BPKH Fadlul Imansyah menekankan pentingnya kualitas makanan bagi jemaah.

Salah satu inovasi utama tahun ini adalah peningkatan signifikan pasokan bumbu nusantara untuk kebutuhan katering di dapur-dapur yang melayani jemaah haji Indonesia.

“Tahun lalu, pasokan bumbu yang disediakan hanya sebanyak 76 ton, namun pada musim haji 2025, jumlah pasokan meningkat pesat menjadi 475 ton,” kata Fadlul.

Hal ini dilakukan demi menjamin makanan yang disajikan tetap bercita rasa nusantara, sehingga mendukung kenyamanan selama menjalankan ibadah.

 

Selain peningkatan makanan, BPKH juga menyiapkan fasilitas akomodasi khusus.

Tahun ini, sebanyak delapan hotel di Mekah dan satu hotel di Madinah telah dikontrak bersama Kementerian Agama (Kemenag) untuk digunakan secara eksklusif oleh jemaah asal Indonesia.

“Hotel-hotel ini telah dikontrak secara bersama dengan Kementerian Agama. Alhamdulillah, kami berkomitmen untuk memastikan mereka mendapatkan akomodasi yang layak dan nyaman selama menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

 

Fasilitas tambahan lainnya adalah penyediaan makanan siap saji yang dijadwalkan selama masa puncak ibadah haji.

Total enam kali makanan siap saji disediakan pada 7 Zulhijah (pagi, siang, malam), 8 Zulhijah (pagi), dan 13 Zulhijah (siang, malam).

“Kami ingin memastikan bahwa jemaah haji Indonesia tidak hanya mendapat makanan yang bergizi, tetapi juga makanan yang praktis dan siap saji, yang akan mendukung kelancaran ibadah mereka,” imbuhbya.

 

Sejak 2023, BPKH dan Kemenag melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah menjalin kerja sama strategis untuk mendukung pelaku UMKM.

Salah satu bentuknya adalah pemanfaatan area komersial di hotel yang disewa untuk jemaah.

“Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan dan memberikan manfaat lebih bagi jemaah haji Indonesia,” ungkap Fadlul lagi.

Area komersial di 104 hotel telah disewakan kepada UMKM untuk menjajakan produk-produk unggulan yang relevan dengan kebutuhan jemaah.

Upaya peningkatan layanan oleh BPKH pada musim haji 2025 menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk memenuhi ekspektasi jemaah.

Selain dari segi akomodasi dan konsumsi, sinergi antara lembaga pemerintah dengan pelaku usaha lokal memperkuat ekosistem pelayanan haji secara menyeluruh. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#nusantara #UMKM #hotel #layanan haji #bpkh