Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

2.569 Lampion Menyimbolkan Pesan Damai dalam Perayaan Waisak 2025 di Candi Borobudur

Cicik Nur Latifah • Senin, 5 Mei 2025 | 19:34 WIB

Perayaan Waisak 2024 di Candi Borobudur.
Perayaan Waisak 2024 di Candi Borobudur.

RADARTUBAN – Suasana sakral mulai terasa di Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Ribuan umat Buddha dari berbagai penjuru dunia tengah bersiap menyambut Hari Raya Waisak 2025 yang jatuh pada 12 Mei 2025.

Perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tapi juga perayaan kebersamaan, budaya, dan kebangkitan pariwisata lokal.

Diselenggarakan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) bersama pemerintah, Walubi, dan berbagai pihak lainnya, Waisak di Borobudur akan berlangsung selama sembilan hari, sejak 4 hingga 12 Mei.

Agenda yang paling dinanti adalah kedatangan 34 Bhikkhu Thudong yang menempuh perjalanan spiritual sejauh 2.600 kilometer dari Thailand sejak Februari lalu.

Mereka akan mencapai puncak ziarah di Candi Borobudur pada 10 Mei.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa Borobudur siap menjadi pusat perayaan spiritual dunia.

“Kami ingin memastikan pengalaman yang khidmat dan aman bagi seluruh peserta. Waisak bukan hanya ritual, tapi ruang inklusi untuk semua kalangan,” ujarnya, Minggu (4/5).

Pada malam Waisak, tepat pukul 23.55 WIB, ribuan umat akan melakukan pradaksina, yaitu berjalan mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali.

Baca Juga: Asal Usul dan Sejarah Idul Fitri, Makna di Balik Perayaan Hari Raya Umat Islam

Ritual tersebut akan diakhiri dengan pelepasan 2.569 lampion ke langit malam sebagai simbol cahaya, doa, dan perdamaian.

Selain ritual utama, ada pula aksi sosial seperti layanan kesehatan gratis dan pembagian kacamata baca. Semua peserta yang hadir wajib berpakaian sopan serba putih.

Tak hanya prosesi religius, rangkaian acara juga menghadirkan program refleksi seperti “Unveiling Borobudur” yang menggabungkan kegiatan mindfulness dan napak tilas spiritual selama tiga hari.

Salah satu aktivitasnya adalah Mindful Walking Pradaksina yang dipandu Hendrik Tanuwidjaja, terinspirasi dari tradisi Dinasti Syailendra.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap UMKM, Pasar Medang kembali digelar di Plaza Beringin. Lebih dari 60 pelaku usaha lokal hadir menawarkan kuliner, kerajinan tangan, hingga kelas budaya.

Dengan estimasi kehadiran lebih dari 40.000 umat, Waisak 2025 diprediksi akan memberi dampak ekonomi signifikan bagi warga sekitar.

Sekitar 1.900 UMKM terlibat langsung dalam penyediaan makanan, cinderamata, dan layanan pariwisata.

Tak kurang dari 1.000 tenaga kerja lokal juga diberdayakan untuk mendukung logistik dan operasional.

Baca Juga: Relief Candi Surawana Miliki Cerita Mitologi Petapa yang Mengandung Pesan Moral, Simak Kisahnya

Direktur IDM, Febrina Intan, menyebut acara ini sebagai cerminan kolaborasi dan pariwisata berkelanjutan.

“Ini momentum untuk menunjukkan bahwa spiritualitas dan ekonomi rakyat bisa berjalan berdampingan.”

Menteri BUMN Erick Thohir pun telah meninjau langsung lokasi pada 1 Mei 2025 untuk memastikan kesiapan acara yang dinantikan ini.

Dengan segala persiapan dan semangat kebersamaan, Borobudur kembali menegaskan dirinya bukan hanya sebagai situs warisan dunia, tetapi juga sebagai pusat spiritual dan harapan akan perdamaian dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#lampion #pesan damai #perayaan waisak 2025 #candi borobudur