RADARTUBAN - Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat pada awal perdagangan pada hari ini Selasa, 6 Mei 2025.
Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di angka 6.869, yang mana angka tersebut telah mengalami kenaikan dari penutupan sebelumnya yang hanya berada di level 6.831.
Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 09.03 WIB, IHSG terus menunjukkan tren yang positif dengan berada di posisi 6.871 atau mengalami peningkatan dengan presentase 0,57 persen.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 1,10 miliar saham dengan nilai transaksi senilai Rp 561,94 miliar, serta melibatkan 67.764 kali transaksi.
Dari sisi pergerakan harga saham, terdapat 239 saham yang mengalami kenaikan, sementara 124 saham juga mengalami penurunan, dan 216 saham lainnya tetap dan tidak mengalami perubahan harga.
Dilihat dari sektor-sektor yang menopang kenaikan indeks, sektor teknologi mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen, sektor energi naik 0,52 persen, dan sektor keuangan menguat 0,31 persen.
Sedangkan sektor infrastruktur naik ke 0,66 persen, sektor transportasi bertambah 0,28 persen, dan sektor bahan baku mencatatkan kenaikan tertinggi yaitu hingga 1,46 persen.
Selain itu, sektor industri juga mengalami kenaikan 0,34 persen, sektor properti naik tipis 0,01 persen, sektor barang konsumen siklikal menguat 0,47 persen, dan sektor non-siklikal naik 0,94 persen.
Hanya pada sektor kesehatan yang mengalami penurunan sebesar 0,05 persen.
Sementara itu, saham-saham yang memiliki kenaikan tertinggi antara lain yaitu PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) yang melonjak 32,22 persen menjadi Rp 119 per saham.
Disusul PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) yang naik 29,48 persen menjadi Rp 224, serta PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) yang menguat 15,38 persen menjadi Rp 120.
Sementara itu, saham yang tercatat mengalami penurunan tertinggi mencakup PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) yang turun 9,26 persen menjadi Rp 98, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) yang turun hingga 6,35 persen menjadi Rp 590, dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang turun 5,80 persen menjadi Rp65. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni