Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jelang Idul Adha, Pemprov Jatim Distribusikan 300 Ribu Vaksin PMK dan 15 Ribu Vaksin LSD

Bihan Mokodompit • Kamis, 8 Mei 2025 | 21:54 WIB
Sapi ternak akan divaksin untuk cegah PMK dan LSD.
Sapi ternak akan divaksin untuk cegah PMK dan LSD.

RADARTUBAN- Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan (Disnak Jatim) mengambil langkah strategis untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak.

Peningkatan mobilitas sapi dan kambing menjelang momen kurban menjadi perhatian utama, sehingga distribusi vaksin menjadi prioritas utama.

Disnak Jatim mulai menyalurkan sebanyak 300 ribu dosis vaksin PMK ke 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi meningkatnya lalu lintas hewan ternak yang berpotensi mempercepat penularan penyakit.

Kepala Disnak Jatim, Indyah Aryani, menjelaskan bahwa vaksin ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Vaksin ini adalah bantuan dari pemerintah pusat, dan anggarannya berasal dari APBN,” ujar Indyah saat ditemui media.

Selain vaksin PMK, Disnak Jatim juga menyiapkan 15.000 dosis vaksin untuk penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), yang menyerang kulit sapi.

Vaksinasi ganda ini bertujuan memberikan perlindungan menyeluruh agar hewan kurban tetap sehat dan layak konsumsi.

Tidak hanya mengandalkan vaksinasi, Disnak Jatim juga mengimbau para peternak untuk meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan kandang dan lingkungan sekitar.

Pencegahan dini sangat penting agar wabah PMK dan LSD tidak kembali muncul dan merugikan peternak, terutama di masa-masa sibuk menjelang Idul Adha.

“Kami berharap peternak dapat menjaga kebersihan dan kesehatan hewan dengan ketat agar wabah tidak terjadi. Ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah kerugian ekonomi.” Tegas Indyah.

Penyuluh lapangan juga terus melakukan edukasi kepada peternak agar langkah-langkah pencegahan dapat diterapkan secara optimal.

Pada tahun 2024, jumlah hewan kurban di Jawa Timur tercatat mencapai 434.843 ekor, meliputi sapi, kambing, dan domba.

Tahun ini, Disnak Jatim memproyeksikan kenaikan jumlah hewan kurban hingga mencapai 450.000 ekor.

Kenaikan ini menuntut kesiapan vaksinasi agar pasokan hewan kurban tetap aman dari risiko penyakit.

Dengan vaksinasi yang tepat dan pengawasan ketat, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang, tanpa khawatir terhadap kesehatan hewan yang dikurbankan.

Distribusi vaksin PMK dan LSD oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan hewan ternak menjelang Idul Adha.

Upaya ini tidak hanya melindungi peternak dari kerugian ekonomi, tetapi juga memastikan hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.

Kolaborasi antara pemerintah dan peternak menjadi kunci sukses pencegahan wabah penyakit hewan di masa mendatang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#hewan ternak #Lumpy Skin Disease #LSD #PMK #hari raya idul adha #Jawa Timur #vaksin #Penyakit Mulut dan Kuku