Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Alasan Pemerintah Izinkan Indonesia Menjadi Ujicoba Vaksin TBC Bill Gates, Begini Kata Menteri Kesehatan

M Robit Bilhaq • Jumat, 9 Mei 2025 | 19:42 WIB
Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

RADARTUBAN – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan alasan penting di balik rencana Indonesia untuk berpartisipasi dalam uji klinis tahap ketiga vaksin tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan oleh Gates Foundation, yayasan milik Bill Gates, pendiri Microsoft.

Menurut Budi, TBC masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, bahkan angka kematiannya melebihi Covid-19.

Di Indonesia sendiri, lebih dari 100 ribu orang meninggal setiap tahun akibat TBC, menjadikan penyakit ini sebagai masalah kesehatan serius yang perlu penanganan khusus.

Budi menjelaskan bahwa hingga kini belum ada vaksin TBC yang benar-benar efektif.

Hal ini disebabkan karena TBC lebih banyak menyerang negara berkembang, sehingga negara maju kurang fokus mengembangkan vaksinnya.

Oleh karena itu, keterlibatan Indonesia dalam uji klinis ini sangat strategis.

“Dengan mengikuti uji klinis ini, kita bisa mengetahui seberapa efektif vaksin tersebut untuk masyarakat Indonesia, karena efektivitas vaksin bisa berbeda tergantung faktor genetik,” ujar Budi.

Selain itu, partisipasi Indonesia juga membuka peluang untuk mengakses teknologi vaksin terbaru.

Beberapa ilmuwan dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia sudah bergabung dalam proyek penelitian ini.

Budi menambahkan, keterlibatan Indonesia juga menjadi langkah awal untuk negosiasi agar hak produksi vaksin bisa didapatkan lebih cepat, khususnya melalui perusahaan farmasi dalam negeri, Bio Farma.

Mengingat sekitar satu juta orang di Indonesia terinfeksi TBC setiap tahun, kebutuhan vaksin dalam jumlah besar sangat mendesak.

Budi menargetkan minimal produksi vaksin sebanyak sepuluh kali lipat dari angka tersebut untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

Sementara itu, Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, menjelaskan bahwa vaksin TBC baru bernama M72/AS01E saat ini tengah menjalani uji klinis fase ketiga.

Indonesia bersama negara-negara dengan beban TBC tinggi seperti Afrika Selatan, Kenya, Malawi, dan Zambia, menjadi bagian dari jaringan penelitian global untuk pengembangan vaksin ini.

Yogi menambahkan, vaksin TBC yang selama ini digunakan, yaitu BCG, ditemukan sejak 1921 dan hanya efektif untuk anak-anak guna mencegah bentuk TBC yang berat dan kematian.

Oleh karena itu, vaksin baru yang lebih ampuh sangat dibutuhkan.

“Dengan kemajuan teknologi dan pengalaman dari pengembangan vaksin Covid-19, peluang menemukan vaksin TBC yang lebih efektif kini semakin besar,” jelasnya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu lokasi uji coba vaksin TBC yang dikembangkan oleh Bill Gates.

Pernyataan ini disampaikan saat Presiden menerima kunjungan Bill Gates dan sejumlah pengusaha nasional di Istana Merdeka pada 7 Mei 2025.

Presiden menyambut baik komitmen Gates untuk membantu Indonesia dalam program vaksinasi, mengingat tingginya angka kematian akibat TBC di tanah air.

Selain vaksin TBC, Gates Foundation juga tengah mengembangkan vaksin untuk penyakit malaria.

Bill Gates menegaskan bahwa dunia sangat membutuhkan vaksin TBC, dan ia sangat memperhatikan tingginya kasus TBC di Indonesia.

Uji coba vaksin ini sudah dimulai di beberapa negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari upaya global mengatasi penyakit yang masih menjadi ancaman besar ini. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#tbc #Universitas Padjadjaran #menteri kesehatan #budi gunadi sadikin #bill gates #microsoft #vaksin