RADARTUBAN- Sebuah foto selfie yang diambil di dalam toilet kereta api mendadak viral di media sosial X (sebelumnya Twitter) pada Senin, 25 Mei 2025.
Foto tersebut pertama kali dibagikan oleh akun @masbobb dengan keterangan singkat, "Gini nih kebiasaan di kereta sakit perut." tulisnya.
Unggahan ini langsung menarik perhatian warganet dan memicu beragam reaksi.
Hingga Kamis, 8 Mei 2025, cuitan tersebut telah mendapatkan lebih dari 6.000 likes dan ditonton lebih dari 3 juta kali.
Namun, banyak pengguna media sosial yang mengkritik tindakan tersebut.
Pasalnya, banyak yang menilai bahwa mengunggah foto di dalam toilet kereta merupakan perilaku yang tidak pantas dan melanggar norma kesopanan.
Berbagai komentar muncul dari netizen yang menyesalkan perilaku tersebut, antara lain:
"Tuhan menutup aibmu, eh kamu malah share ke media sosial," tulis akun @zakyaz.
"Laki-laki tidak ada kepikiran buat selfie apalagi di kamar mandi/toilet," komentar @si_WOW.
Kritikan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli dengan etika dan privasi, terutama dalam penggunaan media sosial.
Menanggapi viralnya foto tersebut, Anne Purba, Vice President Public Relations PT KAI (Persero), menyatakan penyesalannya atas kejadian ini.
Ia mengimbau seluruh penumpang untuk menjaga norma kesopanan dan etika, baik saat berada di dalam kereta maupun saat menggunakan media sosial.
"Jangan ditiru. Kami mengimbau seluruh penumpang untuk senantiasa menjaga norma dan etika, termasuk dalam bermedia sosial," ujar Anne saat dihubungi pada 8 Mei 2025.
PT KAI juga menegaskan agar penumpang tidak mengambil atau mengunggah konten yang kurang pantas di dalam kereta api.
"Mohon menghindari pengambilan serta pengunggahan foto atau video yang melanggar etika dan norma kesopanan," tambahnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan sanksi bagi pelaku, Anne belum memberikan jawaban spesifik.
Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk berpikir matang sebelum membagikan konten di media sosial.
"Ada beberapa 'behind the scene' yang sebaiknya hanya kita yang tahu. Jadi sebelum posting foto atau video di kereta, pikirkan dua kali agar tidak berlebihan," pesannya.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni