RADARTUBAN - Film Agak Laen kembali jadi perbincangan hangat setelah sukses besar di bioskop Indonesia.
Tak hanya menorehkan prestasi lokal, kini film tersebut dilirik oleh rumah produksi Korea Selatan, Barunson E&A, untuk dibuat ulang.
Barunson E&A dikenal sebagai studio peraih Oscar lewat film Parasite, sehingga rencana remake ini menjadi sorotan publik dan media internasional.
Kolaborasi tersebut pun dianggap sebagai langkah besar bagi perfilman Indonesia menuju panggung global.
Imajinari, selaku rumah produksi asal Indonesia, telah resmi menjalin kerjasama dengan Barunson E&A untuk menggarap versi internasional tiga film unggulannya.
Selain Agak Laen, dua film lain yang termasuk dalam kesepakatan adalah Sekuel Agak Laen dan Tinggal Meninggal.
Lewat kerja sama ini, Barunson E&A memperoleh hak penuh untuk memproduksi versi baru dari film-film tersebut di luar negeri.
Dengan kekuatan distribusi dan pengalaman Barunson, potensi film-film ini untuk menjangkau penonton global pun semakin besar.
Agak Laen sendiri merupakan film horor komedi karya Muhadkly Acho yang tayang perdana pada 1 Februari 2024.
Film ini menampilkan Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga sebagai pemeran utama.
Namun masih jadi pertanyaan, siapa saja aktor Korea Selatan yang bakal menggantikan empat komika Medan ini.
Kesuksesan film tersebut mencatatkan angka fantastis, yaitu 9.125.188 penonton di Indonesia.
Capaian itu menjadikannya sebagai film lokal terlaris kedua sepanjang masa, tepat di bawah KKN Desa Penari.
CEO Barunson E&A, Choi Yoon Hee, menyatakan kekagumannya terhadap Imajinari yang dinilai mampu menyajikan cerita sehari-hari secara relevan dan menyentuh.
"Semangat Imajinari dalam menghadirkan karya kreatif menjadi alasan kuat di balik kolaborasi kami," ujarnya.
Pencapaian Agak Laen membuktikan bahwa kreativitas sineas Indonesia memiliki nilai jual tinggi, bahkan di pasar internasional.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi penyemangat bagi industri film nasional untuk terus menghadirkan karya-karya inovatif.
Versi remake dari Agak Laen diharapkan mampu meraih kesuksesan serupa, bahkan mungkin melampauinya di pasar global.
Tak hanya membanggakan, langkah tersebut menjadi pembuktian bahwa kualitas film Indonesia bisa bersaing secara internasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama