RADARTUBAN - Belakangan, di berbagai lini media sosial, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas—baik dengan nada penasaran, heran, sampai bercanda: “Kenapa sih cowok-cowok lebih suka belanja di Tokopedia daripada Shopee?”
Ada juga yang nulis, “Cowok tuh aneh banget, Shopee banyak diskon, lucu-lucu, gratis ongkir, kenapa malah milih Tokopedia yang tampilannya kayak formulir pajak?”
Yah, meskipun terdengar lucu, tapi pertanyaan ini memang valid.
Cowok punya pola pikir dan pendekatan yang cukup beda soal belanja online.
Kalau cewek kadang bisa scroll berjam-jam buat nyari tote bag aesthetic yang belum tentu dibeli, cowok lebih ke: “Gue butuh obeng. Beli. Beres.”
Dan dari semua platform yang ada, Tokopedia paling cocok sama prinsip belanja cowok: cepat, jelas, gak banyak basa-basi.
Buat para cowok, belanja itu soal kejelasan, kecepatan, dan ketenangan batin. Dan dari semua platform e-commerce yang ada, Tokopedia terasa paling cocok sama prinsip itu.
Pertama, soal tampilan. Shopee, maaf-maaf nih, kelihatan kayak pasar malam yang baru buka.
Ada pop-up iklan, search box yang gerak sendiri, notifikasi promo kelap-kelip, sampai tampilan live yang muncul tiba-tiba.
Bikin pengen beli balsem dulu sebelum checkout karena mata capek. Bandingkan sama Tokopedia: kalem, adem, statis.
Kita masuk, cari barang, bayar, lalu tunggu paket datang sambil ngopi. Gak banyak gangguan. Hidup udah cukup riuh, gak perlu ditambah tampilan app yang kayak pesta kembang api.
Lalu soal pencarian. Ini krusial. Misal, kita mau beli iPhone 15. Di Tokopedia, yang muncul ya iPhone 15. Selesai.
Di Shopee? Yang keluar duluan casing-nya, tempered glass-nya, dummy-nya, bahkan iPhone 14 juga ikut-ikutan nongol.
Kalau niat awalnya beli HP, bisa-bisa malah checkout gantungan kunci karena algoritmanya ngajak muter-muter.
Soal barang elektronik, Tokopedia juga unggul. Laptop, aksesoris mobil, sampai perkakas rumah tangga level teknisi ada semua.
Dan cowok itu kan kebanyakan kalau belanja ya buat kebutuhan fungsional, bukan impulsif.
Jadi begitu tahu barangnya tersedia lengkap dan harganya wajar, langsung checkout. Nggak pakai drama “ah besok aja nunggu flash sale.”
Ongkir? Di Shopee, kadang gratis, kadang syaratnya berlapis kayak form pendaftaran CPNS. Harus isi ini itu dulu, kode voucher lah, minimal belanja lah, pilih toko yang shopee mall lah.
Sementara di Tokopedia, voucher free ongkir itu lebih realistis. Nggak neko-neko, tinggal klik dan jalan.
Dan terakhir, Tokopedia lebih “dewasa”. Kayak teman nongkrong yang tenang dan gak terlalu banyak gaya.
Sementara Shopee, meskipun seru, kadang terasa terlalu rame buat kami yang cuma mau beli kunci inggris atau casing HP.
Jadi bukan berarti cowok anti Shopee. Bukan juga karena gengsi atau fanatisme digital. Tapi lebih ke soal kenyamanan dan efisiensi.
Tokopedia terasa lebih jujur: pilih barang, bayar, kirim, selesai.
Mungkin di pikiran cowok, hidup ini sudah cukup rumit. Belanja, jangan ikut-ikutan ribet.
Editor : Yudha Satria Aditama