RADARTUBAN – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi terkait ukuran celana pria dan kaitannya dengan risiko kesehatan serius hingga kematian dini.
Menkes Budi menyampaikan bahwa pria yang mengenakan celana jeans dengan ukuran lebih dari 32-33 inci berpotensi mengalami obesitas.
Sehingga menghadapi risiko meninggal lebih cepat dibandingkan pria dengan ukuran celana lebih kecil.
Pernyataan ini sebenarnya merupakan analogi untuk menggambarkan bahaya lemak visceral.
Lemak yang menumpuk di sekitar organ vital seperti jantung dan hati akibat konsumsi makanan berlemak berlebihan.
Lemak visceral ini dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko penyakit berat seperti stroke dan penyakit jantung, yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
Menkes Budi juga menekankan pentingnya menjaga indeks massa tubuh (BMI) ideal di bawah 24 serta lingkar pinggang yang sehat, yakni kurang dari 90 cm untuk pria dan 80 cm untuk wanita.
Upaya ini bertujuan mencegah penumpukan lemak visceral dan komplikasi kesehatan yang serius.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga minimal lima kali seminggu selama 30 menit.
Serta menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari pencegahan obesitas dan penyakit terkait.
Meski pernyataan Menkes ini menuai kritik dan dianggap sebagai body shaming oleh sebagian pihak.
Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa maksudnya adalah memberikan peringatan serius mengenai bahaya obesitas dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni