Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kualitas Udara di Jawa Timur Mayoritas Sedang, Tuban Jadi Masuk Kategori Dalam Kategori Baik?

Bihan Mokodompit • Jumat, 16 Mei 2025 | 21:41 WIB

Ilustrasi polusi udara di perkotaan. Sumber foto: freepik.com/rawpixel
Ilustrasi polusi udara di perkotaan. Sumber foto: freepik.com/rawpixel

RADARTUBAN - Kualitas udara di Jawa Timur pada kemarin (15/5) menunjukkan kondisi yang relatif bervariasi.

Berdasarkan data dari platform pemantau polusi global, IQAir, mayoritas wilayah tercatat berada dalam kategori Sedang.

Sayangnya Tuban masuk dalam kategori Sedang. Lantaran dengan hanya satu kota yang masuk kategori Baik, yakni Sumenep.

Informasi ini mengacu pada Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI), sebuah indikator global yang mengukur tingkat polusi berdasarkan konsentrasi partikel berbahaya di udara.

 

Berdasarkan pemantauan IQAir, berikut adalah angka AQI dari beberapa kota di Jawa Timur pada 15 Mei 2025:

• Batu: AQI 90

• Blitar: AQI 96

• Bangkalan: AQI 58

• Banyuwangi: AQI 62

• Jember: AQI 51

• Kediri: AQI 68

• Malang: AQI 81

• Pacitan: AQI 85

• Pasuruan: AQI 73

• Trenggalek: AQI 94

• Tuban: AQI 70

• Surabaya: AQI 85

• Sumenep: AQI 18


Berdasarkan standar AQI, nilai antara 51 hingga 100 termasuk kategori Sedang, yang artinya kualitas udara cukup aman namun dapat menimbulkan dampak minimal bagi kelompok sensitif.

Sementara itu, nilai di bawah 50 seperti yang ditunjukkan oleh Sumenep mengindikasikan kondisi Baik, artinya udara bersih dan sehat untuk semua kalangan.

 

Indeks kualitas udara (AQI) bukan hanya angka statistik. Indeks ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam menentukan tingkat keamanan udara untuk aktivitas harian, khususnya di luar ruangan.

Selain itu, informasi ini juga bisa menjadi referensi dalam pembuatan kebijakan publik terkait lingkungan.

Kategori AQI secara umum dibagi menjadi:

• Baik: Aman untuk kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

• Sedang: Dampak minimal, namun tetap perlu kewaspadaan untuk kelompok rentan.

• Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif: Bisa berdampak pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

• Tidak Sehat hingga Berbahaya: Perlu tindakan darurat lingkungan.

 

Meski belum ada kota di Jawa Timur yang masuk kategori Tidak Sehat, masyarakat tetap diimbau untuk melakukan langkah-langkah preventif agar tidak terdampak polusi udara, khususnya di kota-kota dengan AQI mendekati angka 100.

Beberapa langkah yang disarankan:

• Gunakan masker saat berada di luar ruangan.

• Kurangi aktivitas berat di luar rumah, terutama pagi dan sore hari.

• Tutup jendela rumah dan gunakan penyaring udara.

Langkah ini penting mengingat kualitas udara di Jawa Timur berfluktuasi dan bisa memburuk sewaktu-waktu, terutama saat musim kemarau atau tingginya aktivitas kendaraan bermotor.

 

Data terbaru dari IQAir memberi gambaran bahwa kualitas udara di Jawa Timur pada 15 Mei 2025 umumnya berada di level sedang.

Namun tetap perlu perhatian khusus di kota-kota dengan AQI tinggi seperti Blitar (96) dan Trenggalek (94).

Kota Sumenep menjadi pengecualian positif dengan indeks hanya 18, menunjukkan kualitas udara yang sangat baik.

Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan pemantauan dan edukasi publik agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya udara bersih. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Kualitas Udara Jawa Timur #Tuban #sumenep #sehat #udara bersih #IQAir