RADARTUBAN - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, harga hewan kurban 2025 menjadi sorotan penting bagi masyarakat Muslim yang bersiap melaksanakan ibadah kurban.
Ibadah ini dilakukan setelah salat Idul Adha dan berlanjut selama tiga hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah).
Tradisi ini merujuk pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail, serta menjadi bentuk ketaatan umat Islam.
Mengutip laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Jumat (16/5), rata-rata harga kambing kurban 2025 dimulai dari Rp3 Juta.
Harga tersebut tergantung pada jenis kambing, berat badan, dan lokasi pembelian.
Sementara itu, harga sapi kurban 2025 dipatok mulai Rp21 Juta dengan variabel serupa.
Lembaga filantropi Islam seperti Dompet Dhuafa juga merilis daftar harga berdasarkan jenis dan usia hewan.
Untuk kambing, misalnya, harga berkisar antara Rp600 Ribu hingga Rp3.650.000, tergantung jenis Bligon atau Jawa, jantan atau betina, serta tingkat usia dari cempe hingga dewasa.
Adapun sapi kurban 2025 tersedia mulai dari usia 3 bulan hingga dewasa, dengan harga bervariasi antara Rp4,9 Juta hingga Rp24 Juta.
Jenis sapi yang ditawarkan meliputi Simenttal, Limosin, dan sapi putih, baik jantan maupun betina.
Dosen IPB University, Muhamad Baihaqi, dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, memberikan lima tips penting dalam memilih hewan kurban terbaik.
Hal ini penting agar pelaksanaan ibadah kurban sah secara syariat dan optimal dari segi hasil dagingnya.
1. Pahami Syarat Sah Hewan Kurban
“Kita harus tahu dulu syarat ternak yang sah untuk dijadikan kurban, mulai dari sehat secara fisik, cukup usia, tidak cacat, dan beberapa hal penting lainnya harus benar-benar bisa dipastikan,” ujar Baihaqi.
Ini menjadi pedoman utama sebelum membeli hewan.
2. Periksa Kesehatan Fisik Hewan
Selain sehat secara umum, Baihaqi menyarankan masyarakat memastikan hewan kurban dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan.
Surat ini menjadi bukti bahwa hewan tersebut bebas penyakit dan memenuhi syarat usia.
Untuk sapi, tanda usia yang cukup terlihat dari pergantian gigi seri menjadi gigi tetap.
3. Perhatikan Jenis dan Kondisi Fisik
Jenis atau galur ternak mempengaruhi jumlah daging yang dihasilkan. Selain itu, kondisi fisik seperti postur, nafsu makan, dan tingkat kegemukan menjadi indikator penting.
Dua hewan dengan bobot yang sama belum tentu memiliki kandungan daging yang serupa.
4. Ketahui Riwayat Pemeliharaan
Cara pemeliharaan hewan sebelum disembelih berkaitan langsung dengan kualitas daging.
Nutrisi yang baik akan menghasilkan hewan dengan kondisi ideal untuk dikurbankan.
Dengan memperhatikan harga hewan kurban 2025 serta menerapkan lima tips dari pakar peternakan, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih hewan kurban yang sah, sehat, dan sesuai syariat.
Baik membeli melalui lembaga resmi seperti Baznas maupun Dompet Dhuafa, pastikan hewan yang dipilih sudah sesuai ketentuan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni