RADARTUBAN - Kisah cinta sejati Ustadz Muhammad Abduh dan sang istri menyentuh hati warganet hingga diabadikan oleh salah satu akun Instagram.
Dalam postingan dijelaskan bahwa Ustadz Muhammad Abduh sempat mengucapkan permintaan yang sangat menyentuh hati.
Yaitu agar jenazah istrinya tidak dikuburkan setelah zuhur, melainkan ditunda hingga setelah ashar.
Ternyata, sejenak sebelum ashar, Ustadz Muhammad Abduh tiba-tiba meninggal.
Sehingga mereka berdua dimakamkan pada satu liang lahat yang sama.
Pesan itu langsung disimpulkan masyarakat sebagai pesan terakhir agar cinta sejati mereka abadi karena bisa dimakamkan dalam satu liang lahat yang sama.
Kalimat itu menjadi bukti cinta dan harapannya untuk tetap bersama sang istri, bahkan dalam perpisahan terakhir.
Bagi masyarakat sekitar, Ustadz Muhammad Abduh dan istrinya dikenal sebagai dua sosok da’i yang aktif berdakwah dan melayani masyarakat.
Mereka tidak hanya berjuang di dunia dakwah, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Keduanya meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang yang mengenal dan mengikuti kiprah mereka.
Dalam caption instagram video reels yang viral melalui @berbagisemangat, tertulis pesan mengharukan.
“Tolong jangan kuburkan istriku ba’da zuhur, kuburkan nanti saja ba’da ashar ya”. Kalimat penuh haru dari Ustadz Muhammad Abduh yang menunjukkan betapa dalamnya cinta dan harapannya untuk tetap bersama sang istri hingga akhir hayat. Semoga Allah mengampuni dan melimpahkan rahmat-Nya kepada keduanya. Aamiin.
Dari kolom komentar Instagram, akun @riyanrany**** menceritakan bahwa Ustadz Muhammad Abduh dan istrinya sama-sama sakit di rumah sakit.
Sang istri terlebih dahulu dipanggil Allah, dan Ustadz Muhammad Abduh yang saat itu menggunakan oksigen, kemudian menyusul ke pangkuan Sang Pencipta.
Kisah ini mendapat banyak doa dan ungkapan belasungkawa.
Akun @purwokonug**** menyebutkan bahwa ini adalah kisah romantis sehidup semati.
Sementara ratna_nurvitasari mengungkapkan kesedihan karena anak-anak mereka kini menjadi yatim piatu.
Kisah ini mengingatkan kita akan cinta sejati yang tidak hanya bertemu di dunia, tetapi juga di akhirat.
Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi keduanya dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama