RADARTUBAN - Paus Leo XIV, pemimpin Katolik ke-267 dan yang pertama berasal dari Amerika Serikat.
Dalam misa pelantikannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, terlihat Paus Leo XIV menunjukkan momen haru yang mendalam saat menerima Cincin Nelayan.
Dalam siaran langsung Youtube Vatikan News , tampak mata Paus Leo XIV berkaca-kaca saat Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina menyematkan cincin tersebut.
Hal ini simbol otoritas dan tanggung jawab sebagai penerus Santo Petrus.
Cincin Nelayan bukan sekadar aksesori, melainkan lambang spiritual dan historis yang kuat.
Cincin ini menampilkan gambar Santo Petrus dengan kunci dan jala.
Gambar tersebut melambangkan misi pastoral dan kepemimpinan rohani yang diwariskan dari Rasul Nelayan tersebut ke Paus masa kini.
Tradisi penyematan cincin ini telah berlangsung sejak abad ke-13 dan menandai garis keturunan berkesinambungan dari Santo Petrus hingga Paus Leo XIV.
Selain sebagai simbol iman, cincin ini juga menegaskan tugas apostolik Paus dalam menguatkan umat Katolik di seluruh dunia.
Saat seorang Paus wafat, cincin ini akan dihancurkan sebagai tanda berakhirnya masa jabatan dan untuk mencegah penyalahgunaan dokumen resmi gereja.
Momen penyematan Cincin Nelayan menjadi puncak khidmat dalam misa pelantikan yang juga diwarnai dengan pemberian pallium, simbol perhatian pastoral Paus terhadap umatnya.
Reaksi emosional Paus Leo XIV menegaskan betapa besar makna simbolis dan spiritual yang terkandung dalam tradisi ini bagi kepemimpinannya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni