RADARTUBAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berinovasi dalam sektor pendidikan.
Salah satu langkah terobosan terbaru adalah dengan menerapkan teknologi AI dan Talent DNA di lingkungan sekolah.
Langkah ini tak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi juga melibatkan kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) dalam upaya memetakan potensi siswa secara lebih akurat dan objektif.
Penerapan AI dan Talent DNA ini bertujuan mengubah cara kerja tradisional guru BK yang selama ini lebih mengandalkan intuisi dalam memberikan arahan karier kepada siswa.
Kini, dengan pendekatan berbasis teknologi, guru BK diharapkan dapat mengarahkan siswa sesuai minat, potensi, dan karakter masing-masing.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pemetaan potensi sejak dini, terutama di tingkat SMA, SMK, dan SLB.
Menurutnya, pendekatan ini penting agar siswa tidak lagi salah arah dalam menentukan masa depan pendidikan dan karier mereka.
“Dalam memilih jurusan harusnya dilihat pada minat, yang kemudian dikuatkan dengan potensi dan kompetensi yang dimiliki siswa tersebut,” ujar Khofifah.
Ia juga menyoroti data mengejutkan bahwa 87% mahasiswa di Indonesia salah jurusan, sehingga penguatan peran guru BK melalui pelatihan dan teknologi menjadi kebutuhan mendesak.
Pelatihan bagi kepala sekolah telah dimulai secara bertahap, dan pelatihan untuk guru BK akan dimulai pada 20 Mei 2025.
Dalam upaya ini, Pemprov Jatim menggandeng ESQ Leadership Center yang dipimpin oleh Ary Ginanjar Agustian.
ESQ menghadirkan dua inovasi utama: Artificial Intelligence Talent Management (AITM) dan TalentDNA. Teknologi ini sebelumnya telah teruji di berbagai institusi nasional.
Ary Ginanjar menyebut penerapan ini sebagai strategi cerdas untuk mewujudkan prinsip “the right man in the right place” di sektor pendidikan.
“Ini menjadi langkah besar untuk kemajuan Jawa Timur ke depan,” ujarnya.
“ESQ Leadership Center siap mendukung penuh proses transformasi ini melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan pengembangan sistem berbasis AI yang telah teruji di berbagai institusi nasional. Ia menegaskan bahwa implementasi AI TM dan TalentDNA bukan hanya sekadar penggunaan teknologi, tetapi juga merupakan gerakan nilai untuk membangun peradaban manusia yang unggul secara lahir dan batin,” lanjut Khofifah.
AI TM dan Talent DNA dikembangkan dengan misi utama: “Uncover the Unseen, Realtime, Accurate, and No Limit.”
AI TM digunakan untuk membantu proses promosi, rotasi, hingga penempatan ASN secara objektif.
Sedangkan TalentDNA ditujukan untuk mendukung guru BK dan kepala sekolah dalam memahami karakter siswa secara mendalam.
Khofifah menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya memberi manfaat bagi ASN atau tenaga pendidik, tapi juga berdampak luas bagi masyarakat Jawa Timur secara keseluruhan.
“Betapa sesungguhnya output dari upaya ini bisa menjadi kabar baik bagi semua pihak. Tidak hanya untuk Pemprov Jatim tapi juga warga Jatim,” pungkas Khofifah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni