RADARTUBAN - Platform kesehatan digital milik pemerintah, PeduliLindungi baru-baru ini menjadi sorotan publik.
Kali ini terjadi bukan karena pembaharuan layanan didalamnya, tetapi karena dugaan peretasan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Peretasan ini menyebabkan situs resmi PeduliLindungi mengarahkan pengunjung ke situs judi online.
Tetapi pantauan terbaru pada Senin (19/5) sore menunjukkan website pedulilindungi.id saat ini dapat diakses secara normal tanpa dialihkan ke situs judi online manapun.
Sebelumnya, website PeduliLindungi membuat heboh masyarakat karena pada saat diakses, website milik pemerintah itu akan langsung mengarahkan pengunjung ke situs tak dikenal.
Situs asing tersebut menampilkan berbagai pilihan permainan judol yang jelas-jelas dilarang.
Ironisnya lagi situs web PeduliLindungi pernah menjadi andalan pemerintah dalam mencegah dan mengawasi penularan virus COVID-19 beberapa tahun yang lalu.
Dilansir dari berbagai sumber, situs PeduliLindungi masih menyimpan sekitar 105 juta data pribadi milik pengguna yang kini terancam bocor akibat dugaan peretasan.
Meskipun layanan PeduliLindungi resmi dialihkan ke aplikasi SatuSehat Mobile sejak 1 Maret 2023, anehnya domain pedulilindungi.id masih aktif hingga sekarang.
Aktifnya domain ini dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mempromosikan judi online.
Kendati saat ini website PeduliLindungi kembali normal, kejadian tersebut tetap memunculkan keprihatinan dikalangan masyarakat.
Banyak dari mereka mempertanyakan sistem keamanan siber milik pemerintah hingga alasan domain yang masih aktif padahal layanan sudah dialihkan.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait atas munculnya dugaan peretasan situs PeduliLindungi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama