Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Mei 2025 dan Cuaca Ekstrem di Indonesia, Termasuk Jawa Timur dan Papua

Alifah Nurlias Tanti • Rabu, 21 Mei 2025 | 02:28 WIB
Ilustrasi Cuaca esktrem
Ilustrasi Cuaca esktrem

RADARTUBAN- Memasuki transisi dari musim hujan ke musim kemarau pada Mei 2025, Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga deras.

BMKG menyatakan bahwa perubahan cuaca ini ditandai dengan pagi hingga siang hari yang cerah.

Namun sore hingga malam hari berpotensi turun hujan disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini umum terjadi karena proses peralihan musim yang masih berlangsung.

Fenomena hujan lebat yang masih terjadi disebabkan oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil.

Interaksi antara suhu permukaan laut, tekanan udara, dan kelembaban tinggi menciptakan awan konvektif seperti Cumulonimbus yang memicu hujan deras, petir, angin kencang, bahkan hujan es.

BMKG menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

Sepanjang minggu terakhir, hujan deras telah menyebabkan bencana hidrometeorologi di berbagai daerah seperti Aceh, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Timur, hingga DKI Jakarta.

Untuk periode 20-22 Mei 2025, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua Selatan.

Jawa Timur juga berada dalam status awas dengan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Angin kencang diwaspadai di Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

Pada periode 23-26 Mei 2025, cuaca cenderung cerah berawan hingga hujan ringan, namun intensitas hujan meningkat di sejumlah daerah seperti Aceh, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Lampung, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Bali, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG juga mencatat aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di kawasan Maritim Indonesia, serta gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang menunjukkan pola konsisten.

Fenomena ini turut memengaruhi pola cuaca dan potensi hujan lebat di wilayah Indonesia selama Mei 2025.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras disertai petir dan angin kencang.

Masyarakat di daerah rawan bencana hidrometeorologi diharapkan mempersiapkan diri dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

Pemerintah juga disarankan meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk mengurangi dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#BMKG #Cuaca Ekstrem #kemarau #musim hujan #Jawa Timur