RADARTUBAN - Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada hari Sabtu (24/5) sekitar jam 15. 30 WIB.
Kehadirannya disambut oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani.
Setelah keluar dari pesawat Air China, Li Qiang langsung disambut oleh pasukan kehormatan yang berdiri rapi di bawahnya.
Dia kemudian berjabat tangan dengan sejumlah pejabat yang hadir untuk menyambutnya.
Setelah itu, dia segera melanjutkan perjalanan dengan mobil sedan menuju tempat tujuan berikutnya.
Perdana Menteri Li Qiang dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto. Rencananya, Prabowo akan memberikan sambutan resmi pada hari Minggu, (25/5) di Istana Negara, Jakarta.
“Premier RRT Li Qiang dijadwalkan tiba di Jakarta sore ini, Sabtu, (24/5) melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia selama tiga hari, dari (24-26/5),” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, dalam keterangannya kepada media.
Menurut Yusuf, Prabowo akan menyambut kunjungan resmi Li Qiang pada sekitar pukul 10.00 WIB pagi.
Selanjutnya, akan dilaksanakan upacara resmi dan pertemuan delegasi antar kedua negara.
“Premier Li akan disambut dengan upacara resmi di Istana Merdeka, lalu Presiden Prabowo dan Premier Li Qiang akan mengadakan pertemuan dengan delegasi dari kedua belah pihak,” tambahnya.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, akan menyambut kedatangan Perdana Menteri Li Qiang untuk pertemuan kehormatan.
Dalam pertemuan ini, mereka akan mendiskusikan penguatan hubungan antara Indonesia dan China.
Li Qiang dijadwalkan untuk bertemu Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Minggu (25/5) sore.
Bersama beberapa menteri kabinetnya, Li Qiang akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Puan.
Puan mengungkapkan bahwa adalah suatu kehormatan baginya karena PM China memilih untuk mengunjungi DPR sebagai bagian dari agenda kenegaraannya di Indonesia.
“Kunjungan PM Li Qiang ke Gedung DPR adalah simbol bahwa pemerintah China berkeinginan untuk memperkuat relasi dengan masyarakat Indonesia,” ujar Puan dalam pernyataannya, pada Sabtu (24/5). (*)
Editor : Yudha Satria Aditama