Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Bitcoin Tembus USD 111.000, Analis Prediksi Melonjak hingga USD 125.000 dalam Waktu Dekat

Mohamad Anas Ali Wafa • Senin, 26 Mei 2025 | 17:34 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin

RADARTUBAN - Harga Bitcoin kembali menarik perhatian setelah berhasil melampaui angka USD 111.000, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

Lonjakan ini memicu gelombang optimisme dari kalangan analis dan pelaku pasar, yang memperkirakan bahwa harga Bitcoin bisa melonjak jauh lebih tinggi dalam waktu dekat.

Menurut Shunyet Jan, selaku Kepala Derivatif di Bybit, lonjakan harga Bitcoin saat ini baru merupakan permulaan dari tren bullish yang lebih besar.

Dia memprediksi bahwa harga aset digital ini bisa mencapai USD 125.000, atau setara dengan sekitar Rp 2 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.261 per USD), sebelum kuartal kedua tahun ini berakhir.

“Kami melihat ada kombinasi faktor yang mendorong tren ini—mulai dari kejelasan regulasi, masuknya modal institusional, hingga pergeseran kondisi makroekonomi global yang mempercepat adopsi Bitcoin secara mainstream,” ujar Jan dalam pernyataan yang dikutip dari Coinmarketcap, Minggu (25/5)

Dia juga menambahkan bahwa terus mengalirnya modal ke ETF Bitcoin spot menjadi bukti bahwa para investor institusional kini memandang Bitcoin sebagai aset yang layak dan kredibel.

Lebih lanjut, hubungan terbalik antara harga Bitcoin dan nilai dolar AS menguatkan narasi bahwa Bitcoin adalah bentuk baru dari emas digital.

Dengan nilai Bitcoin yang mampu bertahan di atas level USD 110.000, target harga USD 125.000 dinilai realistis dan mencerminkan keyakinan pasar terhadap masa depan keuangan digital global.

Jan juga menyebutkan pentingnya Undang-Undang GENIUS yang baru-baru ini diperkenalkan.

Dia menekankan bahwa keberadaan regulasi yang jelas sangat penting untuk membangun kepercayaan investor serta memperkuat pondasi ekosistem aset kripto.

Meski begitu, Jan mengaku tetap berhati-hati terhadap altcoin. Dia mengungkapkan bahwa walau koin besar seperti Ethereum berpotensi ikut terdorong naik.

Dimana kondisi suku bunga yang masih tinggi serta ketidakpastian ekonomi global dapat menjadi penghambat utama bagi pertumbuhan altcoin berkapitalisasi kecil.

Sejumlah analis top lainnya juga turut menyampaikan proyeksi jangka menengah hingga panjang terhadap harga Bitcoin, dan sebagian besar dari mereka bersikap sangat bullish.

Salah satunya adalah analis kripto Scott Melker, yang memperkirakan Bitcoin bisa menembus USD 250.000 pada akhir tahun 2025.

Prediksi ini didasarkan pada terus meningkatnya permintaan dari institusi dan membaiknya stabilitas pasar.

Melker juga mencatat bahwa volatilitas Bitcoin semakin menurun, sementara korelasinya dengan pasar keuangan tradisional (trad-fi) mulai terbentuk, yang bisa menjadi katalis untuk reli harga berikutnya.

Tak hanya itu, Adam Back, CEO Blockstream, menyebut bahwa saat ini Bitcoin masih sangat undervalued.

Ia percaya harga aset kripto ini bisa melesat hingga USD 500.000 atau bahkan mencapai angka USD 1 juta dalam siklus pasar kali ini.

Menurutnya, belum ada alasan kuat mengapa harga Bitcoin saat ini belum mencerminkan sinyal bullish yang semakin jelas dari berbagai indikator.

Dari sisi institusi keuangan besar, Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered juga memproyeksikan bahwa Bitcoin bisa menembus USD 200.000 pada tahun 2025.

Lebih jauh lagi, dia bahkan memprediksi harga Bitcoin dapat mencapai USD 500.000 pada tahun 2029, seiring pergeseran preferensi investor dari aset berbasis dolar AS ke aset digital.

Firma riset global Bernstein turut mengamini sentimen bullish ini. Dalam laporannya, mereka memperkirakan bahwa Bitcoin akan mencapai USD 200.000 dalam gelombang bull run saat ini.

Kendati harga sempat terkoreksi sebesar 4% ke level USD 107.200 akibat kekhawatiran pasar terhadap rencana Presiden Donald Trump yang akan memberlakukan tarif 50% atas produk dari Uni Eropa.

Para analis meyakini bahwa penurunan tersebut hanya bersifat sementara.

Mereka percaya arah tren jangka panjang Bitcoin tetap positif dan penuh potensi untuk kenaikan lebih lanjut.

Disclaimer: Seluruh keputusan investasi berada di tangan pembaca. Harap lakukan riset dan analisis secara menyeluruh sebelum membeli atau menjual aset kripto.

Penulis tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi yang dilakukan oleh pembaca. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#melonjak #analis prediksi #bitcoin #kripto