RADARTUBAN - Penggunaan Personal Identification Number atau yang biasa dikenal sebagai PIN sering digunakan untuk melindungi perangkat atau akun digital dari akses yang tidak sah.
Namun, menurut laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC), banyak pengguna justru menggunakan kode PIN yang tergolong mudah untuk ditebak.
Laporan yang menganalisa lebih dari 29 juta PIN melalui situs Have I Been Pwned tersebut menemukan fakta yang mengejutkan.
Hasil analisa yang dilakukan oleh ABC mengungkapkan PIN paling umum yang digunakan adalah kombinasi angka 1234. Dikatakan PIN tersebut digunakan oleh 1 dari setiap 10 pengguna.
Kombinasi angka lain seperti 0000, 1111, 1212, dan 4444 juga menjadi kombinasi yang paling sering digunakan oleh pengguna.
Selain kombinasi angka yang berulang, pengguna juga kerap menggunakan angka yang mudah untuk diingat seperti tahun kelahiran atau tanggal istimewa lainnya.
Laporan ini juga mengungkap kombinasi angka yang dianggap sulit, tetapi justru mudah untuk ditebak, seperti 1342 yang merupakan plesetan dari 1234 atau 2580 yang merupakan kombinasi garis lurus jika dilihat dari keyboard.
Dibalik mudahnya mengingat kombinasi angka tersebut, hal ini justru membuka celah keamanan yang serius bagi pengguna.
Dikutip dari PhoneArena, jika seorang pencuri diberi sepuluh kali kesempatan untuk menebak kombinasi angka dari sebuah PIN.
Maka, kemungkinan besar dia akan mencoba kombinasi PIN terpopuler.
Hal tersebut menunjukkan betapa rentannya sistem keamanan yang berbasis PIN jika pengguna tidak menggunakannya secara bijak.
Meskipun mudah untuk ditebak, sistem keamanan ini sejatinya masih dapat diandalkan oleh pengguna.
Hanya saja tidak disarankan untuk menggunakan kombinasi angka yang berulang atau mudah ditebak demi melindungi data pribadi dari akses yang ditak diinginkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni