Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kisah Keajaiban di Laut: 4 Hari Terombang-ambing dan Doa yang Menembus Gelombang

Ika Nur Jannah • Senin, 26 Mei 2025 | 22:33 WIB
Kondisi ABK usai 4 hari terombang-ambing di laut
Kondisi ABK usai 4 hari terombang-ambing di laut

RADARTUBAN - Sebuah perahu fiber yang digunakan Abdurrahman dan awak kapalnya untuk menangkap ikan di Selat Bali diterjang ombak besar dan terbalik di laut lepas, pada Sabtu (17/5).

Tubuh mereka terlempar ke air yang bergelora, memaksa mereka berjuang mencari pegangan di tengah kepanikan dan dinginnya air laut.

Upaya membalikkan kapal gagal karena cadik penyeimbang kapal telah patah dan hanyut terbawa arus.

Selama empat hari, mereka terombang-ambing tanpa makanan dan hampir tanpa air, bertahan hidup dengan memakan ikan mentah dan tumbuhan laut yang mereka temukan.

Sebuah harapan kecil muncul saat mereka menemukan sebotol air mineral yang mengapung dan mereka bagi secara bergiliran.

Di tengah keputusasaan, pada malam hari, Abdurrahman dan rekannya mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur’an yang sangat jelas, seolah-olah ada orang mengaji di sekitar mereka, padahal mereka berada di tengah laut yang sunyi.

Suara itu menembus keheningan dan memberi kekuatan baru bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

Tanpa mereka sadari, di saat yang sama, istri Abdurrahman, Sumini, bersama keluarga dan masyarakat di Madura, sedang mengadakan pengajian dan doa bersama memohon keselamatan bagi Abdurrahman dan awak kapal.

Doa-doa yang dipanjatkan dari darat seolah menembus gelombang, memberikan semangat dan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian.

Empat hari setelah kejadian, tim TNI AL berhasil menemukan dan mengevakuasi mereka dalam kondisi lemah dan dehidrasi, namun selamat dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

Kisah ini menjadi bukti nyata kekuatan doa dan keajaiban yang bisa terjadi di tengah keterbatasan manusia menghadapi alam.

Abdurrahman menuturkan rasa syukur dan keyakinannya bahwa keselamatan mereka adalah rahmat Allah SWT dan buah dari doa-doa yang tidak pernah putus dari keluarga dan masyarakat di darat.

Fenomena keajaiban di laut dan keselamatan dari marabahaya juga banyak dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

Allah SWT menegaskan bahwa hanya Dia yang mampu menyelamatkan manusia dari bencana di darat dan di laut, dan bahwa kapal-kapal yang berlayar di laut adalah bagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang sabar dan bersyukur.

Katakanlah: 'Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dan dengan suara yang lembut?'... (QS. Al-Isra: 67)

Kisah Abdurrahman dan awak kapalnya adalah potret nyata ketangguhan manusia, kekuatan iman, dan keajaiban yang hadir melalui doa.

Di tengah ganasnya lautan, harapan nyata datang melalui lantunan doa yang menembus gelombang, membuktikan bahwa pertolongan bisa hadir dari arah yang tak disangka-sangka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#abdurrahman #selat bali #awak kapal #air laut