RADARTUBAN- Isu reshuffle kabinet kembali menjadi sorotan publik di tengah tuntutan pergantian beberapa menteri dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dorongan ini muncul sebagai respons atas kebutuhan kabinet yang lebih harmonis, dinamis, dan produktif dalam mendukung visi ekonomi sosialis yang diusung Presiden.
Aktivis lintas generasi, termasuk tokoh intelektual Rocky Gerung, menegaskan pentingnya perombakan kabinet untuk menyegarkan energi dan memperkuat arah kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Mereka menilai reshuffle adalah langkah strategis untuk mempercepat akselerasi ekonomi nasional.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengingatkan agar para menteri dapat mengikuti langkah dan irama Presiden Prabowo.
Ia berharap menteri-menteri bekerja lebih produktif dan seirama dengan visi Presiden, meskipun hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait reshuffle.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membantah adanya pembahasan reshuffle saat ini.
Namun, ia menegaskan bahwa evaluasi kinerja kabinet dilakukan secara berkala oleh Presiden untuk memastikan efektivitas kerja para menteri.
Beberapa menteri, seperti Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Komunikasi dan Informatika, menjadi sorotan publik terkait kinerja mereka yang dinilai belum optimal dalam mendukung visi Presiden.
Aktivis 98 menuntut agar kabinet diisi oleh menteri yang memiliki ideologi seirama dengan Presiden, khususnya dalam hal ekonomi kerakyatan dan transformasi nasional sesuai dengan UUD 1945.
Mereka menilai masih banyak wajah lama yang belum mendukung gagasan Presiden Prabowo, sehingga reshuffle dianggap sebagai solusi untuk menyegarkan kabinet.
Dorongan reshuffle semakin mengemuka sebagai respons terhadap kebutuhan kabinet yang harmonis dan dinamis.
Evaluasi terus menerus menjadi kunci agar para menteri dapat bekerja efektif dan mendukung visi pemerintah saat ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni