Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pria Lebih Rentan Gangguan Mental Karena Sulit Ekspresikan Emosi, Berikut Fakta Psikologis yang Mengejutkan

Siti Rohmah • Kamis, 29 Mei 2025 | 23:39 WIB
Ilustrasi seorang pria alami gangguan kesehatan mental
Ilustrasi seorang pria alami gangguan kesehatan mental

RADARTUBAN- Cobalah sesekali Anda berkunjung ke rumah sakit jiwa. Mungkin Anda akan menemukan fenomena yang cukup mengejutkan.

Pasalnya, jumlah pasien laki-laki ternyata lebih banyak dibanding perempuan.

Padahal, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perempuan secara biologis justru lebih rentan mengalami stres dan depresi.

Perbedaan ini disebabkan oleh faktor biologis seperti hormon, serta perbedaan tekanan sosial antara pria dan wanita.

Namun, seperti dilaporkan oleh Medical Daily, hormon estrogen yang dimiliki perempuan mampu memberikan perlindungan terhadap gangguan mental.

Sehingga, walau lebih sering mengalami gejala stres, perempuan cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola tekanan emosional dibandingkan pria.

Sementara itu, pria secara sosial seringkali kesulitan mengekspresikan tekanan emosional mereka, termasuk menangis.

Kebiasaan memendam perasaan inilah yang menyebabkan mereka lebih rentan mengalami gangguan psikologis serius.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pria cenderung lebih mudah terkena stres, dan jika tidak ditangani, stres berkepanjangan bisa berdampak negatif pada kesehatan secara menyeluruh, termasuk penurunan daya tahan tubuh.

Salah satu pemicu utama gangguan kejiwaan adalah tekanan hidup yang berat. Ini banyak dirasakan oleh kaum pria.

Namun sayangnya, mereka sering enggan menyalurkan perasaannya—tidak terbiasa menangis, berbicara, atau sekadar mencurahkan isi hati kepada orang terdekat.

Kondisi inilah yang kemudian memperbesar potensi pria mengalami gangguan mental hingga harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan jiwa.

Maka penting untuk menyadari bahwa mengungkapkan kondisi emosional bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari menjaga kesehatan jiwa secara menyeluruh. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pria #gangguan mental #stres #emosi #kesehatan jiwa #rumah sakit jiwa