RADARTUBAN- East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025. Inilah ajang yang dinanti para insan pendidikan di Jawa Timur.
Selama tahap pengumpulan proposal dan desk vlog pada 15 Maret-15 Mei, tercatat sebanyak 19.721 karya inovasi pendidikan telah terkumpul dari para insan pendidikan di Jawa Timur.
Para insan pendidikan tersebut berada pada jenjang satuan pendidikan SMA, SMK, SLB baik negeri maupun swasta di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan.
Kemudian, unit kerja sekretariat, bidang SMA, SMK, GTK, PKLK, UPT TIKP, dan UPT PTKK.
Karya tersebut lahir dari tangan-tangan kreatif insan Pendidikan yang tak lelah berinovasi dan berdedikasi.
Mereka tidak hanya sekadar mencipta, namun juga membawa semangat perubahan untuk siswa, untuk sekolah, dan untuk masa depan pendidikan Indonesia.
Semua karya hebat tersebut dinilai mulai 20 Mei hingga 10 Juni. Diagendakan, sepuluh karya terbaik di masing-masing cabang dinas diumumkan pada 15 Juni.
Selanjutnya, dilaksanakan coaching clinic kedua pada Kamis (19/6) dan penilaian 250 deck vlog terbaik mulai 25 Juni dampai 15 Juli 2025.
Selanjutnya, 50 finalis terbaik diumumkan Jumat (25/7). Babak showcase digelar Kamis (7/8) berupa paparan dan diskusi 50 finalis.
Tahap selanjutnya, publis 25 karya inovasi finalis terbaik Kamis (14/8). Untuk penganugerahan dijadwalkan Senin (25/8) mendatang.
EJIES 2025 merupakan ajang bergengsi yang bukan hanya menjadi ruang apresiasi, tapi juga arena inspirasi.
Event tersebut terselenggara dari hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jawa Pos, dan ITS Surabaya bersama seluruh grup Jawa Pos Radar di wilayah Jawa Timur.
Tujuan diselenggarakannya event bergengsi ini untuk meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi antarlembaga.
Penilaian karya EJIES 2025 dilakukan wilayah masing-masing grup Jawa Pos Radar, sesuai area Cabang Dinas Pendidikan.
Jawa Pos Radar Tuban menilai hasil karya peserta dari wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan. Total karya inovasi yang masuk 730 proposal.
Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan mengatakan, karya inovasi yang bisa diikutkan, setidaknya sudah diimplementasikan dua bulan pada lingkup kerjanya.
“Sekolah atau guru harus berkomitmen mendukung inovasi pendidikan serta bersedia mendokumentasikan proses inovasi yang diusulkan,” ujar ketua tim penilai karya EJIES 2025 untuk wilayah Lamongan itu.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni