Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gubernur Jabar Ungkap Fakta Longsor Tambang Gunung Kuda Mulai dari Izin Dicabut Hingga Tambang Ditutup Permanen

Cicik Nur Latifah • Senin, 2 Juni 2025 | 16:00 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bongkar Fakta dibalik longsor tambang Gunung Kuda
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bongkar Fakta dibalik longsor tambang Gunung Kuda

RADARTUBAN- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap sejumlah fakta terkait longsor di tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kabupaten Cirebon, yang menewaskan 17 orang (per 31 Mei 2025). Berikut rangkuman pernyataannya:

1. Lahan Sewaan Yayasan

Lokasi tambang seluas 30 hektare dikelola tiga yayasan dengan izin sewa dari Perhutani.

Dedi menegaskan Perhutani seharusnya mengelola hutan, bukan pertambangan.

2. Pencabutan Izin dan Penutupan Tambang

Pemprov Jabar mencabut izin tiga perusahaan:

- Koperasi Pondok Pesantren Al-Ishlah

- PT Aka Azhariyah Group

- Koperasi Pondok Pesantren Al-Azhariyah

Dedi memerintahkan penutupan permanen tambang dan mengembalikan lahan menjadi kawasan hutan.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Berlakukan Jam Malam Pelajar Mulai 1 Juni, Pro-Kontra Muncul dari Orang Tua dan Mahasiswa

3. Standar Keamanan Dipertanyakan

Dedi mengaku pernah mengunjungi lokasi sebelum menjabat dan menemukan ketidaksesuaian standar keamanan.

Namun, izin masih berlaku hingga Oktober 2025.

4. Perubahan Tata Ruang

Pemkab Cirebon diminta mengalihfungsikan lahan tambang menjadi kawasan hijau berdasarkan Pergub Jabar No. 11/2025 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan.

5. Tindak Lanjut

Perhutani dan Dinas PUPR Cirebon akan dipanggil untuk mengevaluasi kerja sama pertambangan.

Korban : 17 tewas, 8 masih hilang (data BPBD Jabar).

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gunung kuda #longsor tambang #Dedi Mulyadi #Pencabutan Izin #cirebon #perhutani #gubernur jawa barat