RADARTUBAN - Platform sosial media TikTok resmi memblokir hasil pencarian untuk tagar #SkinnyTok setelah tagar tersebut dianggap mempromosikan perilaku yang berbahaya.
Tagar #SkinnyTok banyak diperbincangkan karena mempromosikan pola makan yang tidak sehat dan perilaku diet ekstrem.
Keputusan untuk memblokir tagar tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Menteri Negara Prancis untuk Urusan Digital, Clara Chappaz.
Dia menyebut konten bertemakan diet ekstrem sebagai hal yang menjijikkan dan tidak dapat diterima.
Chappaz telah aktif menolak tagar #SkinnyTok sejak bulan April bersama regulator Prancis dan Uni Eropa.
Dia juga menekankan bahwa platform digital tidak boleh lepas dari tanggung jawab atas dampak negatif yang ditimbulkannya, khususnya untuk kalangan remaja.
Menanggapi banyak protes, TikTok menyatakan bahwa pihaknya telah meninjau keamanan dan memutuskan untuk memblokir #SkinnyTok.
Sekarang jika pengguna mencari tagar tersebut maka TikTok tidak lagi menampilkan hasil yang relevan, melainkan mengarahkan pengguna ke sumber informasi kesehatan yang dapat dipercaya.
Lebih lanjut TikTok juga mulai membatasi konten serupa untuk akun remaja serta memperketat saran pencarian di platform tersebut.
Keputusan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TikTok sejak tahun 2020 dalam menangani isu gangguan makan, termasuk melarang iklan yang mempromosikan citra tubuh negatif.
TikTok turut serta menggandeng National Eating Disorder Association sebagai komitmen perusahaan terkait masalah ini.
Kendati begitu, tantangan moderasi konten tetap ada di tengah kreativitas pengguna TikTok yang terus berkembang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni