Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Guru Sampai Pedagang di Jogjakarta Seragam Pakai Baju Adat Setiap Kamis Pon, Kenapa? Ini Sebabnya

Dalillah Hizkel Aimy • Jumat, 6 Juni 2025 | 22:52 WIB
Ilustrasi seorang pelajar yang menggunakan baju adat setiap Kamis Pon
Ilustrasi seorang pelajar yang menggunakan baju adat setiap Kamis Pon

RADARTUBAN - Setiap Kamis Pon di Yogyakarta, suasana kota menjadi berbeda.

Banyak orang terlihat memakai baju adat Jawa seperti kebaya, surjan, dan jarik.

Hal ini dilakukan untuk menjaga dan mengenalkan budaya Jawa kepada masyarakat, termasuk anak-anak.

Pemerintah Kota Yogyakarta meminta semua pegawai, guru, dan murid sekolah untuk memakai busana adat setiap Kamis Pon.

Tidak hanya di sekolah, orang-orang di kantor, pasar, bahkan toko pun ikut memakai pakaian tradisional.

Busana yang dikenakan biasanya lengkap, seperti blangkon untuk anak laki-laki dan selendang untuk anak perempuan.

Guru-guru juga ikut berpakaian adat agar murid makin semangat.

Tradisi ini bukan hanya untuk orang dewasa. Banyak sekolah mendukung kegiatan ini agar anak-anak cinta budaya sendiri.

Dengan cara ini, generasi muda bisa belajar menghargai warisan budaya sejak dini.

Kamis Pon juga menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Mereka senang melihat suasana unik dan sering memotret orang-orang yang memakai baju adat.

Melalui kegiatan ini, Yogyakarta ingin tetap menjaga budaya Jawa agar tidak hilang di tengah zaman modern.

Semua warga diajak ikut serta, termasuk anak-anak sekolah. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#budaya jawa #busana adat #yogyakarta #kamis pon #pegawai #kebaya #guru #murid