Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Manchester United dan Ruben Amorim Tidak Serasi? Begini Kecocokan Mereka Menurut Primbon Jawa

M. Afiqul Adib • Senin, 9 Juni 2025 | 23:06 WIB
Kecocokan Manchester United dan Ruben Amorim menurut Primbon Jawa
Kecocokan Manchester United dan Ruben Amorim menurut Primbon Jawa

RADARTUBAN- Menjadi penggemar Manchester United (MU) akhir-akhir ini memang tidak jauh beda dengan menjadi anak remaja yang pertama kali jatuh cinta.

Iya, sudah tahu pilihan bodoh, tapi masih saja didukung. Ujungnya tentu saja menerima kenyataan pahit.

Belum usai luka akibat kekalahan menyakitkan di final melawan Tottenham, kini penggemar justru dihantam kenyataan pahit lainnya: Ruben Amorim yang tadinya dielu-elukan, justru malah jadi sasaran kekesalan.

Komentar demi komentar berseliweran: “Out!”, “Ganti pelatih!”, “MU butuh penyegaran!” dan sebagainya.

Tapi setelah dihitung-hitung, diganti berapa kali pun, MU tetap saja seperti ini. bahkan terakhir malah kalah dengan Asean All Star.

Sebuah tim kemarin sore, yang saya yakin pemainnya tidak saling kenal itu.

Alhasil, berbagai analis sepak bola sudah mengeluarkan ramalan teknis, taktik, hingga psikologis.

Tapi hasilnya? Ya gitu-gitu aja. Nah, sebagai orang yang tinggal di Jawa Timur dan menjunjung tinggi budaya lokal, saya dengan mantap ingin mengajukan pendekatan baru: analisa kecocokan lewat primbon Jawa.

Iya, benar. Sudah saatnya MU pakai pendekatan kearifan lokal. Kalau tidak cocok menurut primbon, ya jangan dipaksa.

Kalau cocok, ya sabar dan hargai proses. Mari kita mulai.

Weton Manchester United

MU berdiri pada 24 April 1902. Kalau dihitung menurut primbon Jawa, wetonnya adalah Kamis Kliwon, dengan jumlah neptu 16 (Kamis = 8, Kliwon = 8).

Dalam dunia primbon, neptu 16 dikenal sebagai pribadi yang keras kepala, mandiri, tapi susah dipengaruhi.

Cocok dijadikan pemimpin, tapi susah menerima saran. Hmm… kedengaran familiar ya?

Weton Ruben Amorim

Ruben Amorim lahir pada 27 Januari 1985, yang jika dikonversi ke penanggalan Jawa, jatuh pada Ahad Legi dengan neptu 10 (Ahad = 5, Legi = 5).

Karakter dari weton ini cenderung idealis, tenang, tapi cepat lelah menghadapi tekanan sosial. Cocok jadi pemikir, meski apa-apa jadi kepikiran.

Kecocokan MU dan Ruben Amorim: Hasil Primbon

Kalau dihitung kecocokan neptunya: MU (16) + Amorim (10) = 26. Menurut primbon, pasangan dengan jumlah neptu 26 ini sering mengalami tarik-ulur.

Banyak pertengkaran kecil, sering tidak sejalan dalam visi, tapi kalau keduanya bisa saling menerima, akan jadi pasangan tangguh.

Masalahnya: MU keras kepala, Ruben Amorim cepat lelah. Duet ini ibarat orang pacaran yang satu pengin nikah cepat, satu lagi pengin S2 dulu.

Dalam dunia primbon, hubungan semacam ini biasa disebut gana selaras dalam tekanan.

Maksudnya, dua entitas ini sebenarnya bisa nyambung, tapi akan terus diuji oleh faktor eksternal. Kalau mereka mampu melewati tiga fase kritis—enam bulan pertama, musim kedua, dan momen krisis internal—barulah mereka bisa tumbuh jadi pasangan harmonis.

Sayangnya, MU terkenal nggak sabaran. Baru lima laga tanpa kemenangan saja, pelatih sudah dibikin seperti terdakwa di pengadilan netizen.

Jadi, sebelum buru-buru nyalahin Amorim terus ngarep keajaiban dari pelatih baru, mungkin sudah saatnya MU belajar memahami weton dan membuka diri pada pendekatan leluhur.

Karena kadang, solusi masa depan bisa datang dari masa lampau. Primbon, misalnya.

Apalagi, kalau melihat dari dinamika ruang ganti MU sendiri, sebenarnya Ruben Amorim bukan pelatih yang buruk.

Ia punya rekam jejak membawa Sporting Lisbon jadi juara liga setelah 19 tahun puasa gelar.

Tapi sebagaimana dalam perjodohan, keberhasilan di hubungan sebelumnya belum tentu bisa menjamin langgeng di hubungan yang baru.

Di MU, ia menghadapi ekspektasi yang lebih kompleks, tekanan media Inggris yang kejam, dan fans yang tiap pekan selalu menuntut kesempurnaan saja.

Jadi, apakah Ruben Amorim dan MU cocok? Jawabannya: bisa jadi, tapi butuh usaha dua arah.

Kalau kata orang Jawa: "Yen pancen tresno kudune dijogo ora malah ditinggal gendakan karo wong liyo." (Kalau memang cinta harus dijaga, jangan malah ditinggal pacaran sama orang lain).

Iya, kata kuncinya adalah saling jaga dan percaya saja dengan proses.

MU dan Amorim harus saling paham watak satu sama lain dulu, baru bisa meraih kejayaan bersama.

Kalau belum cocok ya jangan buru-buru cerai, siapa tahu tahun depan memang akan tsunami trofi. Kalau tidak musim depan, ya semoga musim depannya lagi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Ruben Amorim #Manchester United #primbon #jawa #mu