Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Virus HKU5 Mirip Covid 19 Telah Ditemukan di China, Apakah Akan Terjadi Pandemi Versi ke 2?

M Robit Bilhaq • Jumat, 13 Juni 2025 | 21:38 WIB
ilustrasi penemuan virus HKU5 yang mirip Covid 19 ditemukan di China
ilustrasi penemuan virus HKU5 yang mirip Covid 19 ditemukan di China

RADARTUBAN - Sebuah virus baru muncul dengan sebutan HKU5 dan memiliki kesamaan dengan Covid 19 yang ditemukan di China.

Para ilmuwan dari Washington State University mengatakan bahwa virus HKU5 ini hanya memerlukan satu perubahan genetik kecil untuk bisa menular antar manusia.

Apabila mutasi itu terjadi, virus tersebut dapat memicu munculnya pandemi baru.

Penelitian yang dilakukan oleh Washington State University, California Institute of Technology, dan University of North Carolina fokus pada kelompok virus corona yang dikenal sebagai merbecovirus.

Kelompok ini juga mencakup MERS-CoV. Yang mana studi tersebut memiliki tujuan untuk memahami lebih dalam bagaimana virus-virus ini menyerang sel inang.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa meskipun sebagian besar merbecovirus tidak dapat menimbulkan ancaman langsung bagi manusia, ada satu jenis yang patut untuk diwaspadai, yakni virus HKU5.

Pernyataan resmi dari Washington State University menyebutkan hal ini secara khusus.

Sebelumnya Merbecovirus jarang dibahas selain MERS-CoV, yang ditemukan pertama kali pada 2012 dan menyebar dari unta dromedari ke manusia.

Virus MERS-CoV bisa menyebabkan gangguan pernapasan serius dengan presentase angka kematian yang cukup tinggi, yaitu sekitar 34 persen.

Seperti halnya virus corona lainnya, merbecovirus memakai protein spike untuk menempel pada reseptor sel inang untuk bisa masuk ke dalamnya.

Pada penelitian yang dilakukan, para ilmuwan menggunakan partikel mirip virus yang hanya mengandung protein spike untuk menguji kemampuan virus menginfeksi sel di laboratorium.

Tim peneliti menemukan bahwa virus HKU5 yang tersebar di Asia, Eropa, Afrika, dan Timur Tengah mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan reseptor ACE2, yang juga digunakan oleh virus penyebab COVID-19.

Namun, perbedaan yang paling penting yaitu saat ini virus HKU5 hanya bisa menggunakan reseptor ACE2 milik kelelawar dan belum bisa menggunakan versi manusia dari reseptor tersebut.

Virus HKU5-CoV-2 adalah termasuk salah satu anggota keluarga virus corona yang ditemukan pada kelelawar dan termasuk dalam subkelompok Merbecovirus.

Hingga saat ini, belum ada bukti bahwasanya virus tersebut dapat menyebabkan infeksi pada manusia, tetapi para ilmuwan menganggap berpotensi menular ke manusia akan besar ketika virus tersebut melakukan mutasi kecil.

Dinamakan virus HKU5-CoV-2 sebab berasal dari penelitian Universitas Hong Kong terhadap virus corona pada kelelawar.

Angka 5 menunjukkan urutan temuan dalam studi tersebut, sementara CoV-2 yang menjadi tanda bahwa virus tersebut adalah varian kedua dari jenis HKU5.

Virus ini ditemukan pada spesies kelelawar tapal kuda, yang secara alami membawa banyak jenis virus corona dengan tanpa mengalami penyakit.

Virus tersebut masih satu kelompok dengan MERS-CoV, yang berasal dari unta dan biasa dikenal dapat menimbulkan wabah dengan tingkat kematian cukup tinggi.

Oleh karena itu, para ilmuwan menganggap penting untuk terus memantau perkembangan virus-virus yang termasuk dalam kelompok ini sebagai potensi penyebab wabah zoonotik berikutnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#covid 19 #menular antar manusia #Virus HKU5 #pandemi #China #corona