RADARTUBAN- Menurut penanggalan Masehi, 1 Suro tahun 2025 bertepatan dengan tanggal 27 Juni 2025 yang jatuh pada hari Jumat.
Sementara itu, malam 1 Suro dimulai pada Kamis malam, 26 Juni 2025, pukul 18.00 WIB.
Momen ini dikenal sebagai peringatan tahun baru dalam kalender Jawa dan memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat Jawa.
Lantas, bagaimana Islam memandang malam ini? Apakah terdapat keistimewaan dari segi agama?
Bulan Suro, yang bersamaan dengan Muharram dalam kalender Hijriah, adalah salah satu dari empat bulan suci dalam Islam.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 36, yang menyebut bahwa terdapat empat bulan haram (suci) dalam satu tahun.
Dalam hadits Nabi Muhammad SAW (HR. Bukhari no. 3025), keempat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Menurut para ulama seperti Al-Qadhi Abu Ya’la, dinamakan bulan haram karena dua alasan utama: pertama, larangan melakukan peperangan atau pembunuhan pada bulan tersebut; dan kedua, karena larangan berbuat maksiat lebih ditekankan mengingat keagungan bulan tersebut.
Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai Syahrullah (bulan Allah), menunjukkan kemuliaannya.
Dalam sebuah hadits, beliau bersabda bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan shalat terbaik setelah shalat wajib adalah shalat malam (HR. Muslim no. 2812).
Sedangkan dalam budaya Jawa, bulan Suro dianggap sebagai waktu yang sangat sakral dan mulia.
Tradisi menyambut 1 Suro biasanya digelar dengan berbagai kegiatan spiritual, seperti tirakat, doa, tapa bisu, dan ziarah leluhur.
Ini mencerminkan keyakinan bahwa malam tersebut adalah waktu yang tepat untuk mencari keselamatan batin dan keseimbangan spiritual.
Tradisi ini berasal dari masa pemerintahan Sultan Agung dari Mataram pada abad ke-17.
Dimana pada masa tersebut menggabungkan sistem Kalender Saka (Hindu) dengan Kalender Hijriah menjadi Kalender Jawa.
Sejak saat itu, 1 Suro identik dengan awal tahun baru Jawa.
Di balik tradisi ini, berkembang juga berbagai mitos dan kepercayaan masyarakat.
Salah satunya adalah bahwa malam 1 Suro merupakan waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memohon keselamatan serta kedamaian jiwa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni