RADARTUBAN - Jalur-jalur pendakian di berbagai gunung kerap menyimpan cerita mistis yang berkembang di tengah masyarakat, tak terkecuali Gunung Raung yang terletak di ujung timur Pulau Jawa.
Gunung ini dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, namun juga karena kisah-kisah gaib yang membayangi pendakiannya.
Salah satu cerita paling populer adalah mengenai suara langkah kaki kuda yang terdengar menyeret kereta kencana di tengah malam.
Konon, suara ini bukan berasal dari dunia nyata, melainkan dari kerajaan tak kasatmata yang diyakini berada di kawasan Gunung Raung.
Masyarakat sekitar percaya bahwa setiap malam Jumat, suara derap kuda yang berlari kencang disertai dengan bunyi roda kereta kencana sering terdengar, seolah ada pasukan kerajaan tengah berpatroli di jalur pendakian.
Ada pula yang mengaitkan legenda ini dengan sosok Nyi Roro Kidul, ratu laut selatan yang dalam cerita tertentu disebut kerap berkunjung ke Gunung Raung untuk menemui suaminya yang memimpin kerajaan gaib bernama Kerajaan Macan Putih.
Penampakan kuda dan kereta kencana ini bukanlah hal yang bisa dilihat oleh semua orang.
Hanya individu yang memiliki kepekaan spiritual tinggi atau “mata batin” yang terbuka yang dapat menyaksikan sekilas bayangan pasukan berkuda yang berkelebat di sela pepohonan.
Beberapa orang yang pernah menyaksikan penampakan tersebut mengaku melihat kereta berwarna keemasan.
Namun, penampakan itu hanya berlangsung singkat sebelum akhirnya menghilang begitu saja ke dalam gelapnya hutan.
Suara-suara misterius itu paling sering terdengar di sejumlah pos pendakian Gunung Raung, terutama di area Pondok Sumur dan Pondok Angin.
Menurut penuturan warga setempat, Pondok Sumur dahulu merupakan tempat pertapaan seorang tokoh sakti dari wilayah Gresik.
Pos pendakian lainnya, yaitu Pondok Angin, disebut-sebut sebagai gerbang menuju alam lain, yakni Kerajaan Macan Putih.
Kerajaan ini dipercaya berdiri tepat di atas kaldera raksasa yang menjadi ciri khas Gunung Raung.
Menurut cerita turun-temurun, Kerajaan Macan Putih muncul setelah letusan dahsyat Gunung Raung yang terjadi pada tahun 1638.
Sejak saat itu, kerajaan ini dipercaya menjadi tempat kekuasaan sosok gaib bernama Pangeran Tawangulun yang dikabarkan lenyap saat bertapa di puncak gunung tersebut.
Walaupun tak terlihat secara fisik, warga meyakini bahwa kerajaan ini masih ada hingga hari ini.
Bahkan, dalam waktu-waktu tertentu, konon kerajaan ini mengadakan upacara pernikahan di alam mereka.
Anehnya, setiap kali upacara itu berlangsung, warga sekitar melaporkan kejadian ganjil yakni kematian mendadak sejumlah hewan ternak mereka.
Hewan-hewan yang mati tersebut diyakini sebagai persembahan atau upeti yang diambil oleh kerajaan gaib sebagai bagian dari ritual mereka.
Kisah ini memperkuat keyakinan masyarakat bahwa kerajaan Macan Putih benar-benar eksis di dimensi yang berbeda.
Keberadaan derap langkah kuda yang misterius dan bayangan kereta kencana emas pun menjadi bagian dari narasi besar tentang dunia tak terlihat di Gunung Raung menjadikan gunung ini bukan hanya tempat petualangan alam, tapi juga lokasi penuh nuansa mistis dan spiritual. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni