Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rismon Sianipar Pertanyakan Keaslian KKN Jokowi, Sekdes Ketoyan Ungkap Fakta Desa Berdiri Sejak 1954

Ika Nur Jannah • Minggu, 15 Juni 2025 | 22:18 WIB
Presiden ketujuh RI Jokowi yang masih berpolemik soal tudingan ijazah palsu.
Presiden ketujuh RI Jokowi yang masih berpolemik soal tudingan ijazah palsu.

RADARTUBAN - Pakar Digital Forensik Rismon Sianipar mengekspresikan kecurigaannya bahwa lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Presiden Joko Widodo di Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah, adalah fiktif.

Dia bahkan berencana mengunjungi lokasi tersebut untuk mencari bukti dokumentasi kegiatan KKN Jokowi yang dianggap tidak ada.

Rismon menyebut bahwa Desa Ketoyan, yang disebut sebagai lokasi KKN Jokowi, baru berdiri pada awal 2000-an, sehingga menurutnya tidak masuk akal jika Jokowi melakukan KKN di sana sekitar tahun 1985.

Dia juga mengaku tidak menemukan dokumentasi tertulis atau foto terkait kegiatan Jokowi saat KKN di lokasi tersebut.

Namun, Sekretaris Desa Ketoyan, Tofan Bangkit Sanjaya, secara tegas membantah klaim Rismon tersebut.

Tofan menunjukkan sejumlah dokumen otentik yang membuktikan bahwa Desa Ketoyan sudah berdiri sejak tahun 1954 dan memiliki struktur pemerintahan desa lengkap sejak saat itu, termasuk lurah, sekretaris desa (carik), dan perangkat lainnya.

Surat Keputusan Bupati yang mengesahkan jabatan lurah pada tahun 1954 juga diperlihatkan sebagai bukti sahih keberadaan desa jauh sebelum tahun 2000-an.

Tofan menilai pernyataan Rismon yang menyebut Desa Ketoyan baru terbentuk pada tahun 2000-an adalah keliru dan menyesatkan, serta tidak sesuai dengan fakta sejarah dan dokumen desa yang ada.

Dia juga menyatakan bahwa Kepala Desa yang menjabat saat KKN Jokowi sudah meninggal dunia, dan kepala desa saat ini adalah putranya, yang tidak mengetahui dokumentasi lama tersebut.

Presiden Jokowi sendiri menyambut baik rencana pengecekan lokasi KKN tersebut dan mengajak semua pihak untuk memeriksa langsung ke Desa Ketoyan.

Jokowi menegaskan bahwa KKN-nya berlangsung sekitar tahun 1985 dan meminta bukti jika ada tuduhan palsu.

Dengan demikian, klaim bahwa lokasi KKN Jokowi di Wonosegoro adalah fiktif tidak didukung oleh bukti administrasi dan sejarah desa yang ada, yang menunjukkan Desa Ketoyan telah eksis dan berfungsi sejak lama. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#boyolali #kecamatan wonosegoro #presiden #jawa tengah #Jokowi #kkn